JAKARTA, REDAKSI86.COM – YouTube baru-baru ini memperkenalkan dua fitur inovatif di Indonesia: Mental Health Shelf dan Shorts Daily Time Limit. Kedua fitur yang telah diluncurkan secara global sejak sekitar Oktober lalu ini, secara khusus dirancang untuk meningkatkan kesehatan mental, terutama di kalangan remaja.

Mental Health Shelf: Sumber Informasi Terpercaya
Dr. Garth Graham, Global Head of Health YouTube, menjelaskan bahwa Mental Health Shelf adalah bagian khusus yang muncul saat pengguna mencari topik sensitif terkait kesehatan mental, seperti kecemasan, depresi, atau perundungan.
-
Tujuan: Memastikan pengguna, terutama anak muda, mendapatkan informasi yang kredibel dari sumber yang dapat dipercaya, bukan sekadar kisah emosional.
-
Isi: “Rak” ini, yang ditandai dengan tulisan “From health sources” (Dari sumber informasi kesehatan), menampilkan konten dari ahli kesehatan mental dan organisasi kesehatan terkemuka yang diakui secara internasional, termasuk yang bekerja sama di Indonesia, seperti HIMPSI dan PDSKJI.

⏱️ Shorts Daily Time Limit: Mengelola Waktu Menonton
Fitur Shorts Daily Time Limit memungkinkan pengguna, terutama remaja, untuk mengatur dan menetapkan batas waktu harian untuk menonton video pendek di YouTube Shorts.
-
Cara Kerja: Setelah batas waktu yang ditetapkan tercapai, YouTube akan menampilkan pengingat dan membatasi akses ke Shorts, sehingga pengguna tidak dapat menonton video lebih lanjut.
-
Manfaat: Menurut Graham, intervensi kecil ini memberikan kontrol kepada pengguna dan penting untuk membantu anak-anak dan remaja belajar mengelola waktu digital mereka dengan lebih baik.
Detail Cara Kerja Fitur Baru YouTube
1. Mental Health Shelf (“Rak” Kesehatan Mental)
Fitur ini dirancang sebagai lapisan keamanan informasi saat pengguna mencari topik sensitif terkait kesehatan mental.
-
Pemicu Kemunculan: Rak ini akan muncul secara otomatis di hasil pencarian (Search Results) ketika pengguna mengetik kata kunci (keyword) yang berhubungan dengan masalah kesehatan mental, seperti bullying, kecemasan, atau depresi.
-
Identifikasi Konten: Konten di dalam rak ini secara khusus disaring agar berasal dari sumber kesehatan yang tepercaya (“From health sources”).
-
Sumber Kredibel: Konten-konten ini mencakup informasi yang dibuat oleh ahli kesehatan mental dan organisasi kesehatan yang diakui, termasuk organisasi di Indonesia seperti Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI).
Intinya: Fitur ini berfungsi sebagai kurator otomatis untuk memastikan pengguna mendapatkan informasi yang faktual dan didukung ahli, bukan sekadar konten emosional atau pengalaman pribadi yang tidak diverifikasi secara medis.
2. Shorts Daily Time Limit (Batas Waktu Harian Shorts)

Fitur ini memberi pengguna, khususnya remaja, kendali untuk membatasi waktu yang mereka habiskan untuk menonton video pendek Shorts.
-
Akses Pengaturan: Fitur ini dapat diaktifkan dan diatur melalui menu pengaturan aplikasi YouTube:
-
Buka Settings (Pengaturan).
-
Pilih Time management (Manajemen waktu).
-
Pilih Shorts feed limit (Batas feed Shorts).
-
-
Mekanisme Pembatasan: Pengguna menetapkan durasi waktu harian yang mereka izinkan untuk menonton Shorts (misalnya, 30 menit).
-
Intervensi: Setelah total waktu tonton Shorts harian mencapai batas yang ditetapkan, YouTube akan mengeluarkan pengingat dan menghentikan akses pengguna ke YouTube Shorts untuk sisa hari itu.
Intinya: Fitur ini bertindak sebagai “pengingat istirahat” yang proaktif, membantu pengguna untuk menerapkan disiplin digital dan mengelola waktu layar mereka.
Komitmen untuk Platform yang Lebih Sehat
Suwandi Widjaja, Kepala Country YouTube Indonesia, menegaskan bahwa peluncuran kedua fitur ini menunjukkan komitmen serius YouTube dalam membantu remaja di Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat dan mengakses informasi yang bertanggung jawab. Kesehatan mental remaja menjadi salah satu fokus utama YouTube di Indonesia.
Namun, Suwandi menambahkan bahwa untuk merealisasikan komitmen ini dengan sukses, dukungan dan kerja sama dari para kreator dan ahli sangat diperlukan untuk melanjutkan dan memperluas inisiatif kesehatan mental di masa depan.(editor. Abdullah)






