Program MBG Dialihkan, Anak Kurang Gizi Jadi Prioritas Utama

  • Whatsapp

JAKARTA, Redaksi86.com Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya disalurkan secara universal kepada seluruh anak, kini akan mengalami perubahan arah kebijakan. Pemerintah memutuskan untuk memfokuskan program tersebut kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan, khususnya yang mengalami kekurangan gizi.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto, yang menginginkan agar program MBG berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi mampu tidak lagi menjadi prioritas utama penerima manfaat.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan kesiapan pihaknya untuk melaksanakan arahan tersebut. Menurutnya, kebijakan MBG tahun 2026 akan difokuskan pada peningkatan kualitas layanan sekaligus efektivitas distribusi program.

“Penyesuaian kebijakan ini dilakukan sesuai instruksi presiden, yakni meningkatkan kualitas layanan dan efektivitas program,” ujarnya, Selasa (14/04/2026).

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2025, masih terdapat sekitar 7,8 juta anak di Indonesia yang mengalami kekurangan gizi. Kondisi ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan permasalahan gizi terbesar di dunia.

Meski demikian, terdapat kabar positif di mana prevalensi stunting atau tengkes berhasil ditekan hingga sekitar 19,8 persen pada tahun 2024. Angka tersebut menjadi capaian bersejarah karena untuk pertama kalinya berada di bawah ambang 20 persen.

Untuk memastikan program berjalan tepat sasaran, Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah membentuk tim khusus yang bertugas memilah dan mendata calon penerima manfaat.

Tim yang diberi nama Tim Optimalisasi Penerima Manfaat ini akan mulai bekerja dalam waktu dekat, dengan tahap awal survei dilakukan di wilayah Jakarta.

“Minggu depan sudah mulai dilakukan survei di Jakarta untuk menyisir penerima manfaat agar program benar-benar tepat sasaran,” jelas Nanik.

Langkah ini diharapkan mampu menjawab tantangan distribusi bantuan yang selama ini dinilai belum sepenuhnya menyentuh kelompok paling rentan. Pemerintah menargetkan program MBG ke depan tidak hanya luas secara jangkauan, tetapi juga akurat dalam menyasar kebutuhan masyarakat.

Dengan penyesuaian kebijakan ini, program MBG diharapkan menjadi instrumen strategis dalam menekan angka kekurangan gizi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan.**

Editor : Redaksi

Related posts