ROKAN HILIR, Redaksi86.com – Masyarakat Kecamatan Sinaboi Kabupaten Rokan Hilir, kini dikejutkan dengan aktivitas bongkar muat yang diduga berbau ilegal beraksi pada jam malam terpantau titik lokasi terkonsentrasi di area pelabuhan Sungai Bakau. Apakah pelabuhan kecil tersebut untuk pelabuhan resmi?
Informasi dan dokumentasi video yang diterima Redaksi86.com menyebutkan, pada Kamis 23 Juli 2026 sekitar pukul 21.00 hingga 23.57 WIB, terlihat aktivitas bongkar muat di wilayah Sungai Bakau, Kecamatan Sinaboi, dengan titik koordinat 2.292218, 100.991418.
Menurut narasumber, sebanyak 8 mobil angkutan truk terpantau parkir dan melakukan aktivitas di lokasi tersebut pada jam malam itu.
Berdasarkan banyaknya armada yang terlihat, aktivitas tersebut diduga membongkar komoditas dalam jumlah besar. Namun hingga saat ini belum diketahui secara pasti jenis dan volume barang yang dibongkar.
Lokasi tersebut oleh warga setempat kerap disebut sebagai “pelabuhan tikus” karena tidak memiliki pos pengawasan Bea Cukai maupun petugas pelabuhan resmi.
DUGAAN: SUNGAI BAKAU PINTU GERBANG BARANG ILEGAL
Hasil informasi yang masuk ke Redaksi86.com menyebutkan, Sungai Bakau diduga menjadi lokasi pintu gerbang masuk sumber barang ilegal.
Menurut narasumber, salah satu komoditas yang diduga sering masuk melalui jalur tersebut adalah bawang.
“Informasi yang kami terima, Sungai Bakau ini sudah lama digunakan sebagai jalur masuk barang-barang yang tidak melalui prosedur resmi. Komoditas bawang diduga menjadi salah satu barang yang keluar masuk dari lokasi ini,” ujar narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
4 TANDA TANYA YANG MENGANGGU
Sejumlah kejanggalan memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Pertama, komoditas apa yang dibongkar dan dari mana asalnya?
Kedua, mengapa proses bongkar muat harus dilakukan pada jam malam?
Ketiga, mengapa harus menggunakan lokasi yang disebut “pelabuhan tikus”?
Keempat, apakah aktivitas berskala besar ini luput dari pengawasan Bea Cukai, Polisi Airud, dan aparat penegak hukum lainnya?
KECURIGAAN: BUKAN HANYA KOMODITAS BIASA
Warga menduga kuat barang yang dibongkar adalah bawang putih. Namun masyarakat juga khawatir dengan modus yang digunakan.
“Kalau prosesnya saja main di jam malam dan di jalur tikus, kita tidak bisa jamin isinya. Bisa saja ada barang lain yang ikut membonceng,” ujar salah seorang warga Sinaboi.
POTENSI KERUGIAN NEGARA
Jika benar aktivitas ini tidak dilengkapi dokumen kepabeanan, maka negara berpotensi dirugikan dari tidak dibayarnya pajak dan bea masuk.
Ditambah lagi, masuknya komoditas impor dalam jumlah besar tanpa pengawasan juga dapat menekan harga pasar dan merugikan petani lokal.
HAK JAWAB: TANGGAPAN CAMAT SINABOI
Untuk keberimbangan berita, Redaksi86.com telah mengkonfirmasi hal ini kepada Camat Sinaboi.
Camat Sinaboi mengaku baru mengetahui adanya aktivitas tersebut setelah menerima informasi dan bukti video armada yang parkir di lokasi pada jam malam tersebut dari pihak media.
“Saya baru dapat info tersebut dari wartawan Redaksi dan baru lihat bukti videonya saat dikonfirmasi. Saya berterima kasih atas info tersebut. Saya akan mencari info dan mengkroscek kebenaran kegiatan aktivitas bongkar muat di Wilayah Sungai Bakau, dan saat ini masih menunggu informasi dari pihak-pihak terkait,” ujar Camat Sinaboi.
DESAKAN LEMBAGA: USUT TUNTAS
Sekjen PNBR, Akmaluddin mendesak Polda Riau, Kantor Bea Cukai, dan Polisi Airud segera melakukan penyelidikan ke lokasi Sungai Bakau.
“Usut tuntas. Cek semua armada dan muatannya. Jangan sampai ini jadi jalur baru penyelundupan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Sinaboi masih menunggu hasil kroscek dari pihak Kecamatan dan tindakan nyata dari Aparat Penegak Hukum.**
Laporan: Rudy Hartono Fasa dan Tim







Alamat :