Jatiluwih, Hamparan Sawah yang Memukau di Area Pedesaan Bali

Jatiluwih, Hamparan Sawah yang Memukau di Area Pedesaan Bali
Twitter Facebook
Oleh Andini Stefani
2015-05-29

Redaksi86 – Sawah Jatiluwih yang juga dikenal dengan istilah Subak ini terletak di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali dan menjadi semakin populer karena tempat ini telah tercantum dalam daftar Warisan Dunia UNESCO. Ketika anda datang ke tempat ini maka anda akan melihat suasana daerah pedesaan yang menenangkan dan menyegarkan, suasananya begitu berbeda dari kota metropolitan, yang penuh dengan hiruk pikuk dan kemacetan lalu lintas. Jatiluwih menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menyingkirkan stres. Hamparan sawah yang dirancang berundak-undak terlihat sangat indah. Orang Bali telah menerapkan ‘subak’ ke sawah mereka. Subak itu sendiri adalah sistem irigasi yang telah diterapkan dari generasi ke generasi. Sebagai budaya tradisional, Subak memiliki sebuah pura yang dibangun untuk didedikasikan untuk Dewi Kemakmuran dan Dewi Kesuburan.

Ketika anda datang ke tempat ini, panorama alam akan menemani anda sepanjang jalan. Udara segar dan hembusan angin membuat suasana Jatiluwih lebih menyegarkan. Di sepanjang jalan anda akan melihat banyak tempat yang indah, seperti pura, sungai, rumah-rumah tradisional, dan hamparan sawah yang memukau. Untuk menikmati semua panorama ini, anda dapat melakukannnya dengan bersepeda, trekking, atau hanya berjalan-jalan bersama teman-teman anda. Bentangan terasering terlihat begitu menakjubkan. Ketika padi masih hijau, anda akan terpukau dengan keindahannya, dan jika warna padi berubah menjadi warna kuning keemasan, pemandangan yang dihadirkannya akan terlihat semakin mempesona lagi.

Oleh karena itu banyak wisatawan asing yang senang untuk tinggal lebih lama untuk menjelajahi daerah ini. Bagi para wisatawan lokal, mungkin melihat sawah adalah hal yang biasa dan mereka bisa melihat di mana saja dan kapan saja. Tapi, bagi mereka yang tinggal di kota dan dikelilingi oleh bangunan tinggi, hal seperti ini merupakan salah satu pemandangan yang fantastis. Jika anda beruntung, anda akan dapat melihat salah satu upacara tradisional yang bernama Petoyan, yang diadakan setiap tanggal 210 menurut kalender Bali.

Tanggapan Anda