KAMPAR, Redaksi86.com – Drainase yang dibangun di Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang, tampaknya beselemak-peak (Asal-asalan) dan tampak tidak memiliki papan informasi yang lengkap.
Hal itu di ketahui ketika awak media mendatangi langsung lokasi yang berada tidak jauh dari Kantor Desa Tarai Bangun, Senin (03/11/2025).
Pantauan dilapangan ditemukan tukang yang sedang memoles-moles dinding drainase dengan semen dan terlihat tukang langsung pergi ketika awak media mencoba mendokumentasikannya.
Dari plang informasi tertera pekerjaan tersebut menggunakan pagu dana APBD Kampar dengan nilai yang cukup fantastis Rp 199.444.000,- (Seratus Sembilan Puluh Sembilan Juta Empat Ratus Empat Puluh Empat Ribu Rupiah)
Dan tercantum pada plang tersebut yang melakukan pengerjaan adalah CV Gudang Ilmu Abadi.
Mencoba konfirmasi ke CV Gudang Ilmu Abadi Sartomo melalui telepon selulernya, dengan nada rendah beliau mengatakan bahwa semua pekerjaan dari CV nya tersebut di kerjakan oleh seseorang yang bernama Agus Pendri.
”Saya tidak tahu bang, bagusnya langsung saja hubungi Kontraktor Agus Pendri namanya,” ucap Sartomo.
Tentu saja ini agak janggal di dengar, ternyata pemilik CV memberikan pekerjaan tersebut ke pihak lainnya, yang di duga kuat ini adalah permainan kedua belah pihak.
Bisa jadi ada kongkalingkong antara CV yang mendapatkan pekerjaan tersebut dengan cara di jual atau cari untung ke pihak lain yang bernama Agus Pendri.
Informasi yang didapatkan, ternyata CV Gudang Ilmu Abadi cukup banyak mendapatkan pekerjaan dari Pemda Kampar, bukan saja drainase, ternyata ada beberapa titik di Kampar dan semuanya di kerjakan oleh seseorang yang bernama Agus Pendri.
Atas kondisi tersebut Ketua LSM Tipikor Dedi Osri sangat menyayangkan apa yang terjadi di Kampar saat ini, bahkan dirinya akan membuat laporan khusus ke pihak penegak hukum untuk mengusut pekerjaan CV Gudang Ilmu Abadi tersebut.
”Saya akan buat laporan dan menghadap ke penegak hukum, baik Kepolisian, maupun Kejari, kejanggalan sudah banyak kami temukan di lapangan dan ini akan menjadi acuan kami untuk membuat laporan.” tegasnya.
Ditambahkan Dedi, dirinya juga akan mempertanyakan langsung ke dinas terkait tentang pekerjaan ini, bahkan dalam waktu dekat ini akan berkordinasi dengan Bupati ataupun wakil Bupati Kampar.**(Red/Tim)






