Jembatan Tuntang Dibongkar, Solo-Semarang Bakal Macet 90 Hari

Jembatan Tuntang Dibongkar, Solo-Semarang Bakal Macet 90 Hari
Twitter Facebook
Oleh Andini Stefani
2015-09-12

Redaksi86 – Jembatan Tuntang yang berada di Kabupaten Semarang yang menghubungkan jalur Solo-Semarang ditutup untuk perbaikan sejak empat hari lalu, mulai Selasa (8/9/2015) hingga tiga bulan kedepan. Perbaikan ini dilakukan karena karet bantalan jembatan sudah sangat aus dan harus diganti agar jembatan tidak rusak. Jembatan Tuntang terdiri dari 2 bagian, yaitu jembatan penyangga (cantilever bridge) untuk jalur Bawen-Salatiga (Semarang-Solo) dan jembatan kerangka (truss bridge) untuk arah sebaliknya, yang saat ini sedang diperbaiki.

Saat ini, para pekerja sudah melakukan pembongkaran landasan jembatan menggunakan alat – alat berat. Seluruh landasan berbahan cor beton dan aspal sedang dibongkar. Selanjutnya jembatan akan didongkrak untuk penggantian elastomer bearing pad (Karet Bantalan). “Usia teknis Karet bantalan sekitar 20 tahun, harus diganti atau jika memang sudah aus harus segera diganti. Kalau tidak diganti bisa membahayakan, karena karet tersebut akan menjadi sangat lentur saat dilintasi sehingga bisa bergeser jembatannya,” hal tersebut diungkapkan pengawas lapangan perbaikan jembatan Tuntang, Iwan Sutrisno, hari Jumat (11/9/2015).

Perbaikan jembatan Tuntang (truss bridge) dengan panjang mencapai 100 meter ini mengakibatkan ada pengalihan arus lalulintas. Karena, seluruh bagian jembatan tersebut harus dibongkar, sehingga tidak bisa dilalui sama sekali oleh kendaraan.

Koordinasi sudah kami lakukan dengan Satlantas Polres Semarang, untuk pengalihan arus lalu lintas. “Seluruh arus lalu lintas dialihkan ke jembatan Tuntang yang lama, sehingga jembatan lama yang digunakan untuk jalur Bawen-Tuntang akan digunakan untuk dua arah. Target penyelesaian perbaikan jembatan ini, tiga bulan sudah bisa dilalui,” tutur Iwan.

Tanggapan Anda