Skenario Terburuk Harga Minyak Dunia

Skenario Terburuk Harga Minyak Dunia
Twitter Facebook
Oleh Andini Stefani
2015-09-15

Redaksi86 – Perusahaan Goldman Sachs membawa kabar buruk ke pasar minyak. minggu lalu, perusahaan keuangan raksasa yang berasal dari Amerika Serikat (AS) ini menurunkan prediksi harga minyak hingga ke posisi 20 dollar AS per barel.Menurut hitungan Goldman Sachs, dunia akan kebanjiran pasokan minyak mentah. Memang, Amerika Serikat telah menurunkan produksi minyaknya. Tapi negara – negara anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) malah terus memompa produksi minyak. Kini, suplai minyak dunia sekitar 96,4 juta barel per hari, sementara kebutuhan minyak dunia sendiri hanya 93,5 juta barel per hari.

sampai minggu lalu, posisi stock minyak juga bertambah 2,6 juta barel menjadi 458 juta barel. Akibat melubernya pasokan minyak, Goldman menurunkan proyeksi harga minyak West Texas Intermediate (WTI) tahun 2016 menjadi 45 dollar AS per barel yang sebelumnya 57 dollar AS per barel.

Bahkan kabar terburuk, jika produksi tak terbendung, harga minyak mentah bakal jatuh ke level 20 dollar AS per barel. Sebagai perbandingan, Jumat lalu, harga minyak WTI untuk kontrak Oktober 2015 berada di posisi 44,63 dollar AS per barel, turun dari posisi 45,92 dollar AS per barel. Menurut kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo , penurunan harga minyak memunculkan dua dampak bagi Indonesia. Sebagai importir minyak, harga minyak yang murah memberi efek positif bagi perekonomian Indonesia. “bidang Ekonomi akan mendapatkan tenaga ekstra dari penurunan ini,” ujarnya. Masalahnya , di sisi lain, kultur di Indonesia sangat buruk jika menyangkut harga minyak. Ketika harga BBM turun, inflasi tak ikut turun. Tapi ketika harga BBM naik, harga barang ikut naik. “kondisi ini perlu diubah,” tegas Satrio.

Tanggapan Anda