Konsulat Jenderal RI di Sydney Terima Surat Kaleng Berisi Ancaman

Konsulat Jenderal RI di Sydney Terima Surat Kaleng Berisi Ancaman
Twitter Facebook
Oleh Stella Aryani
2015-05-21

Redaksi86 – Berdasarkan pernyataan dari Konsul Jenderal Yayan Mulyana GF, Selasa kemarin, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Sydney, Australia, menerima surat kaleng berisi ancaman untuk Indonesia, yang diyakini terkait dengan eksekusi narapidana narkoba asal Australia, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan beberapa waktu yang lalu.

Kami baru saja menerima surat kaleng sore ini. Surat tersebut tidak disertai identitas dan alamat pengirim. Isinya secarik kertas berisi kata-kata ancaman untuk warga negara Indonesia yang tinggal di daerah sekitar pengawasan kantor kami, “tutur Yayan seperti yang dilansir oleh The Jakarta Post. Daerah pengawasan Konsulat Indonesia di Sydney meliputi New South Wales, Queensland dan Australia Selatan.

Ketika ditanya mengenai rincian tentang ancaman tersebut, ia hanya mengatakan, bahwa isi surat itu mengancam untuk menyakiti orang Indonesia. Yayan juga mengungkapkan bahwa pihak kepolisian setempat telah dihubungi dan surat itu pun telah diserahkan untuk pemeriksaan forensik. “Kantor kami di Sydney telah menerima begitu banyak surat-surat kaleng, termasuk surat yang berisi ancaman, bahkan berbulan-bulan sebelum eksekusi,” katanya. Pada bulan Maret, sekitar satu bulan sebelum eksekusi Sukumuran dan Chan, Konsulat Jenderal diserang oleh seorang wanita yang melempari pintu masuk kantor dengan balon berisi cairan merah.

Pihak Konsulat Jenderal dan Kementerian Luar Negeri juga telah mengeluarkan surat edaran, termasuk melalui media sosial, untuk mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia khususnya di New South Wales untuk berhati-hati, namun tetap tenang dalam menghadapi setiap tindakan “provokatif“. Selain itu, orang Indonesia yang tinggal di Australia, juga diminta untuk lebih meningkatkan komunikasi dengan rekan-rekan sesama orang Indonesia lainnya. Konsulat Jenderal juga telah memberikan hotline 61467 227 487, untuk mempermudah warga negara Indonesia bila ingin melapor ke pihak Konsulat Jenderal.

Tanggapan Anda