Kopi Tidak Berisiko Sebabkan Kanker Asalkan Tidak Diminum Terlalu Panas

Kopi Tidak Berisiko Sebabkan Kanker Asalkan Tidak Diminum Terlalu Panas
Twitter Facebook
Oleh Stella Aryani
2016-06-19

Redaksi86 – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sempat memasukkan kopi dalam daftar karsinogen. Tapi klasifikasi tersebut dicabut seiring dengan banyaknya penelitian yang menunjukkan tentang manfaat positif minum kopi. Pada tahun 1991, WHO memasukkan kopi ke dalam daftar karsinogen yang berpotensi menyebabkan kaner. Klasifikasi oleh International Agency for Research on Cancer (IARC) juga mengatakan ada bukti terbatas tentang kopi yang berisiko tinggi akan menyebabkan kanker kandung kemih.

Sesudah lebih dari 25 tahun, klaim tersebut sudah dicabut karena kopi menunjukkan banyak sekali manfaat untuk kesehatan. “Banyak studi epidemiologis sekarang ini memaparkan minum kopi tidak akan memunculkan efek karsinogenik untuk kanker,” kata IARC dalam laporannya. Peneliti juga melihat lebih dari 500 studi pada lebih dari 20 macam kanker. IARC juga menyimpulkan kopi bisa membantu melindungi seseorang dari kanker hati dan uterus. Tidak hanya itu, sejumlah studi kopi juga terbukti bisa mengurangi risiko kanker usus besar.

Konsumsi kopi secara rutin banyak sekali dikaitkan dengan umur yang panjang dan pengurangan risiko diabetes. Tapi WHO juga memperingatkan ada hal yang perlu diwaspadai ketika meminum kopi. Temperatur kopi tidak boleh terlalu panas supaya tidak memicu kanker esofagus. Para peneliti menambahkan studi tentang kopi di negara Asia, termasuk China, menemukan adanya risiko kanker esofagus bertambah seiring dengan temperatur kopi yang semakin panas. Temperatur maksimal adalah 150 derajat Fahrenheit atau 65 derajat Celsius.

Tanggapan Anda