SMA Negeri 1 Tapung Hilir Perkuat Karakter Siswa Melalui Kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H

  • Whatsapp

TAPUNG HILIR (KAMPAR), Redaksi86.com Mengisi bulan suci Ramadan 1447 H dengan kegiatan positif, SMA Negeri 1 Tapung Hilir menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat yang diikuti oleh seluruh warga sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk mempertebal keimanan serta mempererat tali silaturahmi antar-elemen pendidikan di lingkungan sekolah.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini tidak hanya melibatkan para siswa, tetapi juga dihadiri langsung oleh Kepala Satuan Pendidik, majelis guru, serta tenaga kependidikan. Kehadiran para pendidik di tengah-tengah siswa memberikan teladan nyata dalam menjalankan ibadah di bulan yang penuh berkah ini.


​Sebagai pembuka kegiatan, seluruh peserta melaksanakan Sholat Dhuha bersama. Hal ini dilakukan untuk membiasakan siswa disiplin dalam ibadah sunnah.

Tadarus Al-qur’an, untuk mengejar keberkahan khatam Al-Qur’an, agenda tadarus dilaksanakan setiap hari setelah sholat Dhuha. Kegiatan tadarus ini dilakukan hingga menyelesaikan khatam sebanyak 2 kali selama ramadahan. Sesi ini menjadi momen bagi siswa untuk memperbaiki bacaan (tahsin) sekaligus memperlancar hafalan.

Selain sholat Dhuha berjamaah dan tadarus Al-qur’an, juga terdapat kegiatan lomba ceramah yang disampaikan oleh siswa. Yang unik dari kegiatan tahun ini adalah pembagian jadwal ceramah yang dilakukan secara bergantian tiap kelas. Hal ini memberikan kesempatan bagi setiap kelompok siswa untuk mendalami materi keislaman yang berbeda-beda setiap harinya, mulai dari fiqih ibadah hingga akhlak.

​Kepala satuan pendidikan SMA Negeri 1 Tapung Hilir, ibunda Sarpiati menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang terus ditingkatkan kualitasnya. Beliau menekankan bahwa Pesantren Kilat bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wadah transformasi karakter bagi siswa agar menjadi pribadi yang lebih religius dan berintegritas.

Dengan adanya Pesantren Kilat ini, SMA Negeri 1 Tapung Hilir berharap para siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual yang mumpuni sebagai bekal di masa depan.**

Laporan: Nefrizal Pili

Related posts