Pembunuh Pemred Media Online dan Waka DPD PJS Babel Diciduk di Sumsel, Ini Tampangnya!

  • Whatsapp

Caption: Pemimpin Redaksi dan WAKA DPD PJS Babel, almarhum Adityawarman (kiri) dan Martin salah seorang pelaku pembunuhan yang tertangkap (kanan)

PALEMBANG, Redaksi86.com Awan duka menyelimuti dunia jurnalisme di Bangka Belitung (Babel). Adityawarman, wartawan senior yang juga pemilik media online OkeyBoz.com dan Wakil Ketua DPD PJS Provinsi BABEL ditemukan tewas dalam kondisi tragis.

Jasadnya ditemukan dalam sumur pada kebun miliknya sendiri di Jln. Jembatan 12 kelurahan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang, Pangkal Pinang, Provinsi Babel pada Jumat 8 Agustus 2025 lalu. Sebelumnya, almarhum Aditya dilaporkan hilang selama beberapa hari.

Pencarian intensif melibatkan anjing pelacak mengarahkan tim ke sumur di area kebun milik korban dalam kondisi yang mengenaskan.

Dugaan kuat mengarah pada tindak pembunuhan, Polisi mencurigai HB, penjaga kebun yang selama ini bekerja untuk korban.

HB diketahui menghilang sejak peristiwa itu bersamaan dengan hilangnya kendaraan milik korban, sebuah Mobil Daihatsu Terios warna putih. Mobil itu akhirnya berhasil ditemukan oleh pihak Kepolisian di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Kepergian Aditya meninggalkan duka mendalam terutama bagi kalangan jurnalis Babel dan keluarga besar PJS se Indonesia.

Almarhum dikenal sebagai wartawan yang vokal, berdedikasi tinggi terhadap profesi, serta aktif menyuarakan isu-isu sosial melalui media yang ia dirikan dan almarhum juga aktif dalam organisasi pers dengan jabatan terakhir sebagai WAKA DPD Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Provinsi Bangka Belitung.

Dilansir media SumateraEkspres.Id, Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel, AKBP Tri Wahyudi membenarkan adanya penangkapan tersangka pembunuhan wartawan dengan TKP di Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Penangkapan berlangsung di wilayah OKI. Hanya saja, menurut mantan Kasat Reskrim Polrestabes Palembang tersebut, pihaknya hanya bantu memback up penangkapan pelaku tersebut.

“Pelaku sudah diamankan tim gabungan dari Jatanras Polda Sumsel dan Polres OKI. Kita hanya membackup saja. Untuk TKP penangkapan di wilayahnya Polres OKI. Jadi untuk lebih lengkapnya bisa langsung ke Polres OKI,” jelas Tri.

Menurutnya, penangkapan tersangka pembunuhan wartawan dan juga pengurus organisasi Pers di Babel itu menindaklanjuti informasi dari jajaran Polda Bangka Belitung.

Disebutkan kalau pelaku kabur ke wilayah Provinsi Sumsel, tepatnya Kabupaten OKI.

Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto meminta media untuk bersabar karena pihaknya masih menunggu personel dari Polda Babel.

“Kami backup penangkapan saja,” terangnya, kemarin Jum’at (08/08/2025). Ada pun untuk kronologis kejadian dan siapa korban pihaknya belum tahu.

“Soalnya kejadian ini bukan sepenuhnya kewenangan kami, sebab kejadiannya di Bangka. Jangan sampai nanti malah simpang siur dan jadi hoax,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Kombes Fauzan Sukmawansyah membenarkan adanya penemuan jenazah pimpinan redaksi salah satu media online di Bangka itu.

“Nanti rencana Minggu depan kita Konpers hasil pengungkapan secara utuh,” ujarnya.

Korban dilaporkan hilang ke Mapolda Babel oleh pihak keluarga, anak korban.

Pengakuan keluarga, sebelum hilang Aditya meminta izin pergi ke kebun dengan maksud bertemu seseorang sekitar pukul 10.37 Wib.

Sesampainya disana, korban diketahui bertemu dengan penjaga kebun miliknya bernama Hasan Basri yang juga mengetahui keberadaan terakhir dari korban di kebun tersebut.

Salah satu terduga kuat pelaku yakni Martin als Akmal sudah berhasil diamankan oleh Polres OKI pada Jumat siang (08/08/2025).

Dikatakan oleh Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Bangka Belitung, Kombes M. Rivai Arvan kini Martin dan barang buktinya berupa mobil sedang diamankan di Polres setempat.

“Kami langsung koordinasi dengan Polda Sumsel dan bantuan teknologi untuk mengamankan mobil milik korban yang kita perkirakan melintas di Sumsel. Alhamdulillah berhasil diamankan Polsek setempat, seorang terduga pelaku dan barang bukti sudah diamankan,” kata Arvan.

Dikatakan Arvan kalau berdasar manifes kapal penyeberangan dari Muntok mobil Toyota Terios putih milik korban dikendarai oleh 2 orang yakni Hasan (tukang kebun korban) dan Martin als Akmal itu.

Hanya saja pas diamankan Polsek terlebih dahulu Hasan kabur. “Hasan ternyata tukang kebunnya korban. Tetapi sementara masih kabur,” katanya

Kepolisian dikatakanya terus menyelidiki motif peristiwa tragis ini. Terhadap Martin als Akmal terus dikembangkan.

“Syukurlah salah satu terduga sudah berhasil diamankan itu. Keterangan dari pelaku yang telah ditangkap guna mengungkap motif serta peran masing-masing dalam penggalian,” tukasnya.**

Editor: Redaksi

Related posts