ROKAN HILIR, Redaksi86.com — Puluhan warga di kawasan jalan poros Manggala, tepatnya Kilometer 25, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir, meluapkan kekecewaan mereka atas kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki. Aksi protes unik pun dilakukan: warga menanam pohon kelapa sawit di badan jalan berlubang, bahkan ada yang berenang di kubangan air bekas genangan hujan.
Aksi tersebut viral di media sosial, khususnya Facebook, dan langsung memantik perhatian publik. Warga menilai kerusakan jalan terjadi akibat lalu lintas kendaraan berat berkapasitas besar dan overload yang rutin melintas, ditambah minimnya pemeliharaan dari pihak terkait.
Menurut keterangan warga setempat, jalan lintas Manggala merupakan akses vital yang sejak lama tidak pernah mendapat perhatian serius, baik dari Pemerintah Daerah maupun perusahaan-perusahaan yang beroperasi dan berdomisili di wilayah Kecamatan Pujud. Padahal, aktivitas operasional perusahaan, mulai dari dump truck hingga kendaraan angkutan besar hilir mudik setiap hari dan diduga kuat mempercepat kerusakan jalan.
“Setiap hari truk-truk besar wara-wiri. Kondisi jalan yang labil semakin hancur karena beban kendaraan overload. Tapi tidak ada perbaikan yang berarti,” ujar seorang warga Manggala kepada awak media.
Warga juga menyoroti sikap sejumlah perusahaan yang dinilai hanya mengejar keuntungan (profit) tanpa menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, khususnya infrastruktur jalan yang menjadi jalur utama operasional mereka.
Tokoh masyarakat Manggala, Khurdi Junaidi, mantan anggota legislatif Kabupaten Rokan Hilir, akhirnya angkat bicara. Ia menilai persoalan jalan lintas Manggala merupakan masalah krusial yang selama ini diabaikan.
“Kerusakan jalan ini bukan semata-mata karena faktor alam, tetapi juga akibat kurangnya tanggung jawab korporasi yang berdomisili di wilayah Kecamatan Pujud. Mereka memanfaatkan jalan untuk kepentingan bisnis, namun abai terhadap dampak yang ditimbulkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kendaraan angkutan milik perusahaan, termasuk dump truck berkapasitas besar dan overload, turut memperparah kondisi jalan hingga hancur lebur. Hingga kini, kata dia, belum terlihat kontribusi signifikan dari pihak perusahaan dalam upaya perbaikan infrastruktur.
“Sudah saatnya warga, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen di wilayah Manggala duduk bersama mencari solusi. Jalan lintas ini harus segera diperbaiki secara signifikan,” lanjut Khurdi.
Sementara itu, di tempat terpisah, awak media Redaksi86.com mencoba mengonfirmasi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Rokan Hilir terkait buruknya kondisi jalan poros Manggala Kilometer 25. Namun hingga berita ini diterbitkan, konfirmasi melalui pesan WhatsApp belum mendapat tanggapan. Nomor yang dihubungi dilaporkan tidak aktif.
Warga berharap, viralnya aksi protes ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan pihak perusahaan agar segera mengambil langkah nyata memperbaiki infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat dan ekonomi setempat.**
Laporan: Rudy Hartono






