TAPUNG HILIR (KAMPAR), Redaksi86.com – Peristiwa kebakaran hebat menghanguskan satu unit rumah toko (ruko) milik warga di SP5 Jalur 5, Desa Gerbang Sari, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Riau, pada Senin malam (23/03/2026) sekira pukul 20.00 wib.
Korban diketahui bernama Saifudin (53), seorang pedagang sembako yang juga menjual bensin eceran (pertamini). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun bangunan ruko milik korban nyaris rata dengan tanah dan hanya menyisakan bagian dapur belakang.
Kepala Desa Gerbang Sari, Suandi, saat dikonfirmasi Redaksi86.com membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebutkan, kebakaran diduga bermula dari percikan api yang berasal dari aki saat proses pengisian bensin sedang berlangsung.
“Informasi awal yang kami terima, api muncul dari aki saat pengisian bensin. Kemungkinan terjadi percikan yang langsung menyambar bahan bakar, sehingga api cepat membesar,” ujar Suandi.
Dalam kondisi panik, lanjut Suandi, pemilik rumah sempat berupaya memadamkan api dengan menyiramkan air. Namun tindakan tersebut justru memicu ledakan yang membuat kobaran api semakin membesar dan sulit dikendalikan.
Melihat situasi yang semakin memburuk, pihak desa segera berkoordinasi dengan pihak perusahaan perkebunan setempat untuk meminta bantuan pemadam kebakaran.
“Kami langsung menghubungi pihak Kebun Kijang Kencana Plasma (KJNP) melalui asistennya untuk meminta bantuan damkar. Alhamdulillah responnya cepat,” tambahnya.
Tak lama berselang, tim dari KJNP langsung bergerak ke lokasi. Bahkan, sebelum unit pemadam tiba, warga sekitar telah berjibaku memadamkan api menggunakan mesin pompa air dan peralatan seadanya.
Sekitar pukul 21.05 WIB, tim dari KJNP tiba di lokasi dan mendapati api sudah berhasil dipadamkan oleh warga. Selanjutnya, pada pukul 21.24 WIB, unit pemadam kebakaran dari Kebun Ramabakti datang dan langsung melakukan proses pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api.
“Sekitar pukul 22.23 WIB, kondisi sudah dinyatakan aman dan tidak ditemukan lagi titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran ulang,” jelas Suandi.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah desa. Suwandi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama dalam aktivitas yang berhubungan dengan bahan bakar minyak.
“Kami mengingatkan warga untuk lebih waspada, khususnya yang berjualan bensin eceran. Pastikan peralatan yang digunakan aman agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.**
Laporan: Nefrizal Pili






