BENGKALIS, Redaksi86.com – Aparat Satreskrim Polres Bengkalis bergerak cepat mengungkap kasus pembunuhan sadis terhadap seorang pengusaha karet di Desa Berancah, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.
Dalam waktu kurang dari 48 jam, pelaku yang diketahui berinisial MRP (17), warga setempat, berhasil diamankan tanpa perlawanan.
Penangkapan dilakukan pada Sabtu (11/04/2026) sekitar pukul 00.30 WIB di Jalan Antara, Kecamatan Bengkalis, tepatnya di depan sebuah kafe.
Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, menyampaikan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja cepat dan terukur tim opsnal dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.
“Ini merupakan respon cepat dari tim kami dalam mengungkap kasus yang menjadi perhatian publik,” ujarnya.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Kamis (09/04/2026) sekitar pukul 11.00 WIB di rumah korban yang berada di Jalan Kartini, Dusun Makmur, Desa Berancah.
Korban, berinisial WP alias A (53), diketahui merupakan seorang pengusaha karet dan pinang. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dapur rumahnya, dengan posisi telungkup dan berlumuran darah.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka serius pada bagian tangan, leher, dan dada akibat senjata tajam.
“Korban mengalami luka serius akibat benda tajam,” ungkap Kapolres.
Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa pelaku awalnya datang ke rumah korban dengan maksud untuk melakukan pencurian. Namun aksinya dipergoki oleh korban, sehingga terjadi perkelahian yang berujung pada aksi kekerasan.
Dalam kondisi panik, pelaku kemudian menyerang korban menggunakan parang yang telah dibawanya. Serangan dilakukan secara brutal hingga korban tidak berdaya dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Lebih lanjut, Kapolres mengungkapkan bahwa pelaku sempat memberikan keterangan tidak konsisten.
“Pelaku awalnya mengaku tidak sendiri, namun setelah pendalaman, ia mengakui beraksi seorang diri. Bahkan, ini merupakan aksi keempat yang dilakukan pelaku,” jelasnya.
Fakta lain yang cukup mengejutkan, hubungan antara pelaku dan korban diketahui cukup dekat, yang menambah kompleksitas dalam pengungkapan kasus ini.
Penemuan jasad korban pertama kali dilaporkan oleh seorang warga yang saat itu sedang mencari rumput di sekitar lokasi.
Saksi tersebut merasa curiga setelah melihat pintu belakang rumah korban dalam kondisi terbuka. Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan sudah tidak bernyawa.
“Warga sempat takut mendekat karena kondisi korban sangat mengenaskan, hingga akhirnya melaporkan kepada pihak kepolisian,” tambah Kapolres.
Berbekal keterangan saksi serta rekaman CCTV di sekitar lokasi, polisi kemudian melakukan penelusuran intensif hingga berhasil mengidentifikasi dan menangkap pelaku dalam waktu singkat.
Kasus ini kini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian guna mendalami motif serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.**
Editor: Redaksi






