Sungai Tapung Tercemar? DPRD Kampar Besok Siap Bongkar Fakta Lewat RDP

  • Whatsapp

TAPUNG HILIR (KAMPAR ), Redaksi86.com Komisi IV DPRD Kabupaten Kampar memastikan akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna menindaklanjuti kasus matinya ikan secara massal di aliran Sungai Tapung, Kecamatan Tapung Hilir.

Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin (13/04/2026) sebagai respons atas keresahan masyarakat yang terdampak langsung oleh peristiwa tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Kampar, Agus Risna, menyatakan bahwa agenda RDP ini bertujuan untuk menggali informasi secara menyeluruh terkait penyebab kematian ikan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

“Jadi bang, kita gelar RDP,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi, Minggu (12/04/2026).

Menurutnya, forum RDP akan menjadi ruang klarifikasi bagi seluruh pihak terkait, sekaligus upaya awal untuk mengungkap fakta di balik peristiwa yang telah menimbulkan dampak serius, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi masyarakat.

Dalam rapat tersebut, Komisi IV DPRD Kampar juga berencana menghadirkan sejumlah pihak yang dianggap memiliki keterkaitan dengan aktivitas di wilayah Tapung Hilir, termasuk perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar aliran Sungai Tapung.

“Yang kita panggil sesuai dengan permintaan masyarakat,” tegas Agus.

Meski belum merinci nama perusahaan yang akan dipanggil secara resmi, informasi yang berkembang di tengah masyarakat menyebutkan bahwa salah satu perusahaan yang kemungkinan akan hadir adalah PT BWL, yang merupakan bagian dari grup Sinar Mas.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan adanya transparansi serta tanggung jawab terhadap dugaan dampak lingkungan yang terjadi.

Peristiwa matinya ikan secara massal di Sungai Tapung sebelumnya telah memicu kekhawatiran luas di kalangan warga, khususnya masyarakat yang menggantungkan hidup dari hasil perikanan sungai.

Selain berdampak pada sumber mata pencaharian, kejadian ini juga menimbulkan pertanyaan serius terkait kualitas air dan potensi pencemaran lingkungan di wilayah tersebut.

Masyarakat pun berharap melalui RDP ini, DPRD Kampar dapat mengungkap penyebab pasti kejadian, sekaligus mendorong langkah konkret dari pihak-pihak terkait agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.**

Editor: Redaksi

Related posts