Tapung Hilir, Redaksi86.com — SMA Negeri 1 Tapung Hilir memperingati Hari Besar Islam Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1447 Hijriah, pada Jumat, 23 Januari 2026. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat keislaman di lingkungan sekolah.
Peringatan Isra Mi’raj tersebut diikuti oleh seluruh siswa-siswi serta Dewan Guru SMAN 1 Tapung Hilir. Acara menghadirkan Ustadz Jhon Asri, Sy., MH sebagai penceramah yang menyampaikan tausiyah tentang makna dan hikmah peristiwa agung Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Jhon Asri menjelaskan bahwa Isra Mi’raj merupakan perjalanan spiritual luar biasa Rasulullah SAW, dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina, hingga naik ke Sidratul Muntaha di langit ketujuh dalam satu malam. Peristiwa ini menjadi momen penting bagi umat Islam karena pada saat itulah Allah SWT mewajibkan salat lima waktu.
Ia juga mengingatkan bahwa Isra Mi’raj terjadi pada masa yang sangat berat bagi Nabi Muhammad SAW, yang dikenal sebagai Amul Huzn atau Tahun Kesedihan. Pada periode tersebut, Rasulullah SAW kehilangan dua sosok penting dalam hidupnya, yakni wafatnya Abu Thalib, paman yang selama ini melindungi dakwah beliau, serta wafatnya Khadijah binti Khuwailid RA, istri tercinta sekaligus pendukung utama perjuangan Rasulullah SAW.
Selain tausiyah, kegiatan peringatan Isra Mi’raj juga dimeriahkan dengan lomba Nasyid antar kelas yang menampilkan kreativitas dan bakat siswa dalam melantunkan syair-syair Islami. Suasana religius dan kebersamaan tampak mewarnai jalannya acara.
Kepala SMA Negeri 1 Tapung Hilir, Sarpiati, S.Pd., M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik.
Bunda Sarpiati berharap, melalui kegiatan ini para siswa dapat memahami dan mengamalkan hikmah Isra Mi’raj dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menjaga salat lima waktu, berakhlak mulia, serta menumbuhkan semangat disiplin dan tanggung jawab sebagai pelajar.
“Semoga nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dapat menjadi sumber inspirasi dalam setiap langkah pengabdian kita, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat,” harapnya.
Acara yang berlangsung hingga pukul 10.30 WIB tersebut berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh kekhidmatan, serta ditutup dengan doa bersama.**
Laporan: Nefrizal Pili






