Usai Prabowo Banggakan Program MBG Didepan Putin, Media Rusia Soroti Kasus Dugaan Keracunan 1.000 Orang Dalam Sepekan

  • Whatsapp

INTERNASIONAL, Redaksi86.com Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, mendapat perhatian media berbahasa Rusia. Sorotan tersebut muncul bertepatan dengan kunjungan Prabowo ke Rusia dan pidatonya dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok.

Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan utama dalam forum yang berlangsung di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Kamis (3/9/2026), atas undangan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin.

Dalam pidatonya di hadapan forum yang turut dihadiri Putin, Prabowo memaparkan arah pembangunan Indonesia yang menurutnya harus memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat.

Mengangkat tema EEF 2026, “The Far East: Development for the Benefit of People”, Prabowo mengatakan prinsip pembangunan untuk kepentingan rakyat juga sejalan dengan mandat yang diterimanya dari masyarakat Indonesia.

“Saya harus menyampaikan kepada Anda bahwa ini bukan hanya tema bagi Timur Jauh Rusia; ini juga merupakan mandat yang diberikan kepada saya oleh rakyat Indonesia,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, pembangunan tidak semestinya hanya memberikan keuntungan kepada segelintir orang. Keberhasilan pembangunan, kata dia, harus dapat dirasakan langsung oleh keluarga, mulai dari ketersediaan makanan bergizi bagi anak, kesejahteraan petani, rumah layak, lapangan pekerjaan hingga akses listrik.

Atas dasar itu, pemerintah Indonesia menjalankan sejumlah agenda prioritas, termasuk MBG, swasembada pangan, ketahanan energi dan hilirisasi industri.

“Inilah alasan Indonesia menyediakan makanan bergizi gratis bagi seluruh anak-anak kita dan para ibu mereka yang sedang hamil. Inilah alasan kami mengejar swasembada pangan dan ketahanan energi,” ujar Prabowo.

Media Rusia Soroti Dugaan Keracunan

Di tengah Prabowo mempromosikan kebijakan tersebut, sejumlah media berbahasa Rusia justru menyoroti laporan kasus dugaan keracunan yang dikaitkan dengan menu MBG di Indonesia.

Dilansir Tribunnews.com, media Rusia Moskovskij Komsomolets (MK.ru) pada Kamis (3/9/2026) menerbitkan artikel yang jika diterjemahkan berjudul “Hampir 800 Orang Keracunan Akibat Makan Siang Gratis di Sekolah.”

Media tersebut memberitakan ratusan siswa dan guru di Indonesia mengalami keluhan seperti mual, muntah dan sejumlah gejala yang dikaitkan dengan dugaan keracunan makanan.

Pemberitaan itu juga menyinggung sejumlah kasus serupa yang sebelumnya dilaporkan terjadi di beberapa wilayah Indonesia.

Sorotan kemudian berlanjut pada Jumat (4/9/2026). Media berbahasa Rusia News AM menerbitkan artikel yang jika diterjemahkan berjudul “Di Indonesia, Sekitar 2.000 Siswa dan Guru Keracunan Akibat Makan Siang Gratis di Sekolah.”

Dalam pemberitaannya, media tersebut menyebut sekitar 2.000 siswa dan guru dilaporkan mengalami gejala dalam rangkaian kejadian selama tiga hari terakhir.

Beberapa kejadian yang disorot antara lain dugaan keracunan di sebuah SMA di Lasem, Jawa Tengah, yang disebut berdampak terhadap 752 siswa dan 25 guru. Para korban dilaporkan mengalami sejumlah keluhan, termasuk diare dan sakit perut.

Media tersebut juga menyinggung peristiwa di sebuah pesantren di Jawa Timur yang dilaporkan menyebabkan sekitar 730 orang mengalami gejala hingga membutuhkan penanganan medis.

Kasus lainnya disebut terjadi di Sulawesi Selatan. Dalam pemberitaan itu, terdapat laporan mengenai kondisi makanan, antara lain ayam yang disebut berlendir, makanan diduga kurang matang serta munculnya bau amis.

News AM turut menjelaskan MBG sebagai salah satu program utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya peserta didik.

Dengan sorotan media internasional tersebut, pelaksanaan dan pengawasan keamanan pangan dalam program MBG kembali menjadi perhatian, terutama di tengah besarnya cakupan penerima manfaat program tersebut.**

Editor: Redaksi
Sumber: Tribunnews.com

Related posts