TAPUNG HILIR, Redaksi86.com – Isu dugaan penculikan anak yang sempat menghebohkan warga Dusun IV Pelambaian, Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, dipastikan tidak benar.
Kapolsek Tapung Hilir, AKP Khairil, menegaskan bahwa peristiwa tersebut murni kesalahpahaman antara warga dan enam orang pedagang handphone asal Sumatera Selatan.
Klarifikasi itu disampaikan AKP Khairil SH melalui sambungan telepon, Kamis (12/2/2026), menyusul beredarnya informasi di tengah masyarakat yang menyebut adanya upaya penculikan anak.
“Jadi begini, ada orang Sumatera Selatan, orang Palembang. Pakai satu mobil, isinya enam orang. Sampai di TKP, pekerjaan mereka ini menjual handphone-handphone second, handphone baru pun ada,” jelas Kapolsek.
Menurutnya, keenam pria tersebut datang menggunakan satu unit mobil dan setibanya di lokasi mereka berpencar untuk menawarkan handphone ke rumah-rumah warga dan kedai di sekitar dusun.
Kesalahpahaman terjadi saat salah seorang dari mereka yang berambut agak panjang berbincang dengan seorang anak kecil ketika menawarkan dagangannya.
“Dia tanya, ‘Ada jual handphone, Dek?’ Anak itu jawab, ‘Tidak ada, Pak. Tapi saya tanya mamak saya dulu.’ Lalu ada percakapan bergurau soal ginjal. Mungkin anak ini bergurau, diluruskan pula sama yang bersangkutan, bergurau juga dia,” terang AKP Khairil.
Situasi menjadi tegang ketika pria tersebut menawarkan uang sebesar Rp50 ribu kepada anak tersebut. Anak itu sempat berjalan mengikuti pria tersebut. Orang tua si anak yang melihat kejadian itu langsung berteriak, sehingga warga berdatangan dan mengamankan keenam pria tersebut.
“Dari situlah mulai diamankan oleh warga. Mungkin ada sempat dipukul, tapi sudah kami amankan,” tambahnya.
Polisi yang menerima laporan segera turun ke lokasi dan membawa keenam pria tersebut ke Mapolsek Tapung Hilir untuk dilakukan pemeriksaan intensif. Pemeriksaan berlangsung hingga dini hari dengan menghadirkan orang tua anak, Ketua RT, RW, serta perangkat dusun.
Hasil pemeriksaan menyimpulkan tidak ditemukan unsur tindak pidana penculikan dalam peristiwa tersebut.
“Tidak, tidak (penculikan). Dan pagi ini sudah berdamai. Kami maraton panjang melakukan interogasi sampai tadi subuh. Dipanggil orang tua anak, juga RT, RW, dan perangkat dusun. Mereka sepakat berdamai, tidak ada tuntut-menuntut,” tegas Kapolsek.
Proses mediasi berlangsung sekitar pukul 06.00 WIB dan kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
AKP Khairil mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum terverifikasi kebenarannya. Ia juga meminta warga untuk segera melapor kepada pihak Kepolisian jika menemukan hal-hal mencurigakan di lingkungan masing-masing.
“Kami harap masyarakat tetap waspada, tapi jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas kebenarannya. Jika ada kejadian mencurigakan, segera laporkan ke pihak kepolisian,” pungkasnya.**
Editor: Redaksi
Sumber: Catatanriau.com






