Ratusan Mahasiswa Geruduk Kemendikti Saintek, Desak Program MBG Dihentikan

  • Whatsapp

JAKARTA, Redaksi86.com Gelombang aksi mahasiswa kembali terjadi di ibu kota. Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar unjuk rasa di depan kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Senin (4/5/2026).

Massa aksi yang berasal dari sejumlah kampus seperti Universitas Indonesia, Universitas Nasional, Universitas Pancasila, serta aliansi Cipayung Plus dan kampus lainnya, kompak menyuarakan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka mendesak pemerintah untuk menghentikan pelaksanaan program tersebut.

Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian, mahasiswa menilai program MBG telah menggeser fokus utama pembangunan pendidikan. Mereka juga menyoroti dugaan pengalihan anggaran pendidikan yang dinilai tidak tepat sasaran.

“Anggaran 20 persen untuk pendidikan seharusnya digunakan untuk pengembangan kualitas pendidikan, bukan dialihkan ke program yang arah dan dampak jangka panjangnya belum jelas,” ujar Bili Kurnia, perwakilan mahasiswa Universitas Nasional dalam orasinya.

Menurut massa aksi, kebijakan tersebut berpotensi melemahkan sektor pendidikan, yang sejatinya memiliki peran strategis dalam mencetak generasi unggul. Mereka juga menilai program MBG tidak seharusnya mengambil porsi dari anggaran yang telah diamanatkan untuk pendidikan nasional.

Sejumlah spanduk yang dibawa peserta aksi turut menyuarakan kritik tajam, di antaranya bertuliskan “Bayar dapur mampu, bayar guru tidak mampu” dan “Pendidikan dirampas, MBG oke gas!”.

Mahasiswa juga mengingatkan bahwa kebijakan publik harus memiliki arah yang jelas dan tidak menimbulkan multitafsir di tengah masyarakat. Mereka bahkan mengkhawatirkan program tersebut dapat dimanfaatkan sebagai alat pengaruh sosial jika tidak dikelola secara transparan dan akuntabel.

Hingga berita ini diturunkan, para mahasiswa masih bertahan di lokasi aksi dan berharap dapat bertemu langsung dengan pihak kementerian untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka. Aksi berlangsung tertib meski sempat diguyur hujan ringan, dengan tambahan massa dari kampus lain seperti Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.**

Editor: Redaksi
Sumber: Tempo.co

Related posts