TAPUNG HILIR (KAMPAR), Redaksi86.com – Sungai Tapung yang melintasi Desa Sekijang, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, kembali diduga tercemar. Peristiwa yang terjadi pada Senin (02/03/2026) tersebut menyebabkan ribuan ikan mengapung dan mati di sepanjang aliran sungai.
Kejadian ini dengan cepat viral di media sosial. Sejumlah nelayan setempat mendokumentasikan kondisi sungai yang dipenuhi bangkai ikan. Dalam video yang beredar, tampak para nelayan mengumpulkan ikan-ikan mati menggunakan sampan dan speed boat.
Sebagian warga dalam narasinya menuding aktivitas perkebunan kelapa sawit milik Perusahaan Sinarmas yang berada di sepanjang aliran Sungai Tapung sebagai pihak yang harus bertanggung jawab. Namun demikian, hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait dugaan tersebut.
Kesaksian Nelayan
Tim media Redaksi86.com yang turun ke lapangan meminta keterangan dari beberapa nelayan Desa Sekijang. Mereka menyebutkan kematian ikan mulai terlihat sejak pagi hingga malam hari tadi.
“Kejadiannya dari pagi hingga malam Ikan sudah banyak yang mengapung,” ujar salah seorang nelayan.
Para nelayan menduga pencemaran berasal dari limbah perkebunan atau pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di sekitar aliran sungai. Dugaan lain menyebut kemungkinan aktivitas replanting atau peremajaan kebun turut memicu tercemarnya air sungai.
Pernah Terjadi Dua Bulan Lalu
Menurut warga, kejadian serupa pernah terjadi sekitar dua bulan lalu. Saat itu, pihak perusahaan disebut telah memberikan pernyataan akan bertanggung jawab atas dugaan kelalaian. Bahkan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kampar sempat turun melakukan peninjauan ke lokasi.
Namun, nelayan mengaku hingga kini belum mengetahui hasil pasti dari pemeriksaan tersebut. Sebagai bentuk bantuan pascakejadian sebelumnya, warga hanya menerima bantuan dari perusahaan perkebunan Sinarmas berupa paket sembako yaitu beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, dan 5 bungkus mie instan.
“Kejadian beberapa hari ini hampir sama seperti dua bulan lalu. Dampaknya sangat terasa bagi kami karena Sungai Tapung adalah sumber mata pencaharian utama,” ungkap nelayan lainnya.
Desakan Pemerintah Turun Tangan
Para nelayan Desa Sekijang berencana menemui manajemen kebun dan pihak pabrik kelapa sawit untuk menyampaikan keluhan serta meminta penjelasan atas peristiwa ini. Mereka berharap ada langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Masyarakat juga meminta Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Lingkungan Hidup segera turun ke lapangan untuk melakukan investigasi menyeluruh, termasuk uji kualitas air dan penelusuran sumber pencemaran.
Warga berharap hasil pemeriksaan nantinya dapat disampaikan secara transparan kepada publik, mengingat Sungai Tapung merupakan urat nadi kehidupan bagi nelayan dan masyarakat Desa Sekijang.
Selanjutnya untuk menciptakan pemberitaan yang berimbang, Tim media melakukan konfirmasi dan meminta klarifikasi kepada Bapak Wisnu Oriza Suharto selaku Humas Perusahaan Perkebunan Sinarmas di Pekanbaru melalui pesan WhatsApp melalui nomor 08827100xxxx, namun hingga berita ini ditayangkan, Tim media Redaksi86.com belum memperoleh klarifikasi resmi dari pihak perusahaan.**
Laporan: Nefrizal Pili






