Orangtua Siswa Soroti Menu MBG di SPPG Kota Bangun: “Kok Sayap Ayam Terus?”

  • Whatsapp

TAPUNG HILIR (KAMPAR), Redaksi86.com Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Ramadhan yang disalurkan oleh Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Kota Bangun kembali menuai sorotan dari sejumlah orangtua siswa. Kritik tersebut muncul setelah menu protein hewani yang diberikan kepada siswa pada Kamis (05/03/2026) kembali berupa sayap ayam, sama seperti pembagian sebelumnya.

Sejumlah orangtua siswa mempertanyakan mengapa bagian daging ayam yang diberikan kepada anak-anak mereka selalu sama, tanpa adanya variasi dari bagian lain seperti paha ataupun dada ayam.

Salah satu orangtua siswa di SMP Negeri 5 Tapung Hilir yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku heran dengan menu yang disajikan oleh dapur MBG tersebut.

“Pada awal pembagian MBG Ramadhan sebelumnya yaitu pada hari Senin (23/02/2026) yang lalu, anak kami sudah mendapatkan protein hewani berupa sayap ayam. Hari ini kembali diberikan sayap ayam lagi. Kami bertanya-tanya kenapa hanya bagian itu saja yang dibagikan, seolah tidak ada bagian ayam lainnya,” ujarnya kepada awak media.

Menurutnya, para orangtua pada dasarnya tetap bersyukur dengan adanya program MBG yang digagas pemerintah untuk membantu pemenuhan gizi anak-anak sekolah. Namun mereka berharap menu yang disajikan dapat lebih bervariasi agar anak-anak tidak merasa bosan serta nilai gizinya tetap terjaga.

“Bukan kami tidak bersyukur, tapi kenapa cuma sayap saja yang diberikan. Seharusnya bisa berganti dengan bagian lain seperti paha atau dada ayam,” tambahnya.

Selain mempertanyakan variasi menu, orangtua siswa juga menyoroti kemungkinan sumber bahan baku ayam yang digunakan oleh dapur MBG. Mereka menduga sayap ayam yang dibagikan berasal dari produk ayam beku atau frozen food yang dijual dalam bentuk kemasan di swalayan.

Hal ini, menurut mereka, menimbulkan pertanyaan mengenai tingkat kesegaran daging ayam yang diberikan kepada para siswa.

“Apakah ada tempat pemotongan ayam yang bisa menyediakan ribuan ayam dalam satu atau dua hari, lalu hanya diambil bagian sayapnya saja? Ini tentu menimbulkan pertanyaan tentang kesegaran daging ayam tersebut,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, orangtua siswa juga menyoroti kualitas makanan pendamping yang dibagikan dalam paket MBG. Mereka mengaku menemukan roti yang diberikan kepada siswa tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa ataupun masa edar pada kemasannya.

Menurut mereka, kondisi tersebut dapat menimbulkan keraguan terhadap kualitas serta keamanan makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak.

“Roti yang diberikan juga tidak mencantumkan masa edar atau tanggal kedaluwarsa. Ini tentu membuat kami sebagai orangtua khawatir, karena kami tidak tahu apakah makanan tersebut masih layak konsumsi atau tidak,” kata salah seorang orangtua.

Para orangtua siswa berharap pihak Kepala SPPG dan ahli gizi yang bertugas di SPPG Kota Bangun dapat lebih memperhatikan kualitas serta variasi menu MBG yang diberikan kepada siswa, dan tidak hanya mengikuti kehendak dari mitra penyedia bahan makanan.

Menurut mereka, menu makanan yang segar, aman, dan bervariasi sangat penting karena akan mempengaruhi kualitas gizi yang diterima oleh anak-anak.

Mereka juga berharap dapur MBG dapat sesekali menghadirkan variasi menu lain, baik dari bagian ayam yang berbeda maupun dari sumber protein hewani lainnya.

“Kalau bisa sekali-kali ada menu daging sapi atau variasi lainnya, seperti yang pernah disampaikan oleh Kepala Badan Gizi Nasional kepada Presiden bahwa menu MBG bisa bervariasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Kota Bangun, Robi Anggara, saat dikonfirmasi oleh wartawan terkait keluhan para orangtua siswa tersebut kembali tidak memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh media ini sesuai dengan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Hingga berita ini ditayangkan belum mendapatkan klarifikasi dari yang bersangkutan.

Kondisi ini dinilai menunjukkan kurangnya keterbukaan informasi dari pihak pengelola dapur MBG kepada publik, khususnya kepada para orangtua siswa yang menjadi penerima manfaat program tersebut.

Meski demikian, Redaksi86.com tetap membuka ruang dan kesempatan kepada pihak SPPG Kota Bangun untuk memberikan klarifikasi atau penjelasan resmi terkait berbagai sorotan tersebut, demi menjaga prinsip keberimbangan informasi dalam pemberitaan.**

Laporan : Redaksi

Related posts