Wabah Lalat Resahkan Warga Perumahan Mutiara Mas Pandau Jaya, Diduga Bersumber dari Kandang Ayam Milik Walikota Payakumbuh

  • Whatsapp

SIAK HULU (KAMPAR), Redaksi86.com Sejak November 2025, warga Perumahan Mutiara Mas, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, diresahkan oleh wabah lalat yang semakin parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Wabah lalat tersebut membuat warga kesulitan beraktivitas di dalam rumah, baik pada siang maupun malam hari. Setiap kali pintu rumah dibuka, kawanan lalat langsung masuk dan menyebar hingga ke teras, ruang tengah, dapur, bahkan ke dalam kamar.

Warga menduga kuat sumber wabah lalat berasal dari keberadaan kandang ayam potong yang berjarak kurang dari 500 meter dari kawasan permukiman. Kandang ayam tersebut diketahui milik Zulmaeta, Wali Kota Payakumbuh. Dengan jarak yang begitu dekat, lalat dengan mudah menyebar dan menyerang rumah-rumah warga.

Keresahan ini disampaikan oleh salah seorang warga Perumahan Mutiara Mas, Jumiardi, kepada media pada Minggu (14/12/2025). Ia mengatakan bahwa warga telah berupaya menyampaikan keluhan secara langsung dengan mendatangi lokasi kandang ayam potong tersebut.

“Warga sudah mencoba menemui pihak kandang, namun tidak ada jawaban yang jelas dan tidak ada kepastian kapan wabah lalat ini akan berakhir,” ujar Jumiardi.

Menurutnya, warga merasa sangat kecewa karena keberadaan kandang ayam potong tersebut dinilai hanya mendatangkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Selain wabah lalat yang berpotensi menimbulkan penyakit, aktivitas operasional kandang juga dinilai merugikan warga.

“Yang untung dari kandang ayam itu hanya pemiliknya, sementara kami warga harus menanggung dampaknya. Mobil truk pengangkut ayam juga sering melintas di jalan perumahan dan sudah menyebabkan retak pada dinding beberapa rumah,” tambahnya.

Warga Perumahan Mutiara Mas berharap Pemerintah Daerah dan instansi terkait segera turun tangan untuk menindaklanjuti permasalahan ini. Mereka meminta adanya solusi konkret agar wabah lalat dapat segera diatasi dan kenyamanan serta kesehatan lingkungan permukiman kembali terjaga.

Tanggapan Pihak Pengelola Kandang

Terkait keluhan warga tersebut, pihak pengelola kandang ayam potong memberikan tanggapan melalui pengawas kandang saat dikonfirmasi Redaksi86.com melalui sambungan pesan WhatsApp dengan nomor +62 812-7634-xxx.

Pengawas kandang yang enggan menyebutkan namanya mengatakan bahwa pihaknya telah berupaya memberikan solusi kepada warga sekitar untuk mengatasi wabah lalat yang terjadi.

“Kami sudah mencarikan solusi kepada warga dengan memberikan racun lalat untuk disemprotkan secara mandiri oleh warga di sekitar rumah masing-masing,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejumlah warga telah menerima racun lalat tersebut, salah satunya warga bernama Anshori, yang kemudian turut membagikan racun lalat kepada tetangga di sekitarnya.

“Kurang lebih satu liter racun lalat bisa digunakan untuk penyemprotan di beberapa rumah yang berada di sekitar kandang,” tutupnya.**(red)

Related posts