Menu MBG Tanpa Label Harga di SDN 005 Cinta Damai, Kepala SPPG Tapung Lestari Beri Klarifikasi

  • Whatsapp

TAPUNG HILIR (KAMPAR), Redaksi86.com Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Ramadhan di wilayah kerja Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tapung Lestari, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, menuai sorotan dari sejumlah orangtua siswa. Pasalnya, menu MBG yang dibagikan kepada siswa di UPT SD Negeri 005 Cinta Damai, Kamis (05/03/2026), tidak mencantumkan nilai harga maupun komposisi gizi makanan.

Temuan tersebut memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat, terutama para orangtua siswa. Sebab sebelumnya Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia, Dadan Hindayana, telah menginstruksikan agar setiap dapur MBG atau SPPG mencantumkan nilai harga serta komposisi gizi pada setiap paket makanan yang dibagikan kepada para penerima manfaat.

Instruksi tersebut bertujuan untuk meningkatkan transparansi serta memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat, khususnya para orangtua siswa, terkait kualitas dan nilai gizi makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak.

Namun pada pelaksanaan pembagian menu MBG Ramadhan di SDN 005 Cinta Damai, paket makanan yang diterima siswa hanya berisi beberapa jenis makanan tanpa disertai keterangan harga maupun komposisi gizi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, paket MBG yang dibagikan kepada siswa terdiri dari susu, pisang, kacang acis, serta puding agar-agar.

Salah seorang orangtua siswa yang enggan disebutkan namanya menyayangkan tidak dilaksanakannya instruksi dari Badan Gizi Nasional tersebut. Menurutnya, informasi terkait harga dan komposisi gizi seharusnya disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

“Kami menyayangkan kenapa instruksi dari Badan Gizi Nasional untuk mencantumkan harga dan komposisi gizi tidak dilaksanakan oleh SPPG Tapung Lestari. Padahal itu penting agar masyarakat tahu nilai makanan yang diberikan kepada anak-anak,” ujarnya kepada awak media.

Menurutnya, keterbukaan informasi sangat penting karena program MBG merupakan bantuan pemerintah yang bersumber dari anggaran negara dan diperuntukkan bagi pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak sekolah.

Orangtua siswa juga menilai bahwa ketiadaan informasi harga pada paket makanan tersebut berpotensi menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

“Kami sebagai orangtua siswa tentu ingin mengetahui apakah nilai makanan yang diberikan kepada anak-anak kami benar-benar sesuai dengan ketentuan anggaran yang disebutkan sekitar Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, apabila informasi harga tidak dicantumkan secara transparan, maka wajar jika masyarakat mempertanyakan apakah nilai makanan yang dibagikan benar-benar mencapai angka tersebut.

“Kalau seperti ini, jangan salahkan jika kami menduga nilai makanan yang dibagikan tidak mencapai Rp8.000 atau Rp10.000,” tambahnya.

Kepala SPPG Beri Klarifikasi

Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Tapung Lestari, L. Pratama, memberikan klarifikasi kepada awak media. Ia menyampaikan bahwa pihaknya tidak bermaksud mengabaikan instruksi dari Badan Gizi Nasional.

Menurutnya, dalam waktu dekat pihak SPPG Tapung Lestari akan mulai mencantumkan label harga pada paket makanan MBG yang dibagikan kepada siswa.

“Tidak banyak yang perlu saya klarifikasi pak untuk harga produk MBG kami. Dalam waktu dekat pasti akan kami berikan label harga, terutama untuk Senin depan,” ujar L. Pratama.

Ia juga menjelaskan bahwa informasi harga sebenarnya sudah dicantumkan pada konten yang dipublikasikan melalui media sosial SPPG Tapung Lestari.

“Selain itu dalam konten di sosmed kami juga telah mencantumkan harga di setiap produk, jadi bukan kami tidak menjalankan perintah atasan. Maka dari itu mohon jadi pertimbangan bapak kembali ya,” jelasnya.

L. Pratama juga menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan oleh masyarakat dan media.

“Terimakasih pak telah mengingatkan kami pihak SPPG Tapung Lestari. Untuk selanjutnya kami akan berbenah lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, para orangtua siswa berharap ke depan pihak SPPG dapat lebih konsisten dalam menerapkan prinsip transparansi sebagaimana yang telah diinstruksikan oleh Badan Gizi Nasional. Menurut mereka, keterbukaan informasi mengenai harga dan komposisi gizi sangat penting untuk memastikan bahwa program MBG benar-benar berjalan sesuai tujuan, yakni meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah.**

Laporan: Redaksi

Related posts