JAKARTA, Redaksi86.com – Ribuan buruh dari berbagai wilayah di Indonesia turun ke jalan dalam aksi demonstrasi pada Kamis (28/08/2025). Pantauan lapangan sejak pukul 08.28 WIB menunjukkan sejumlah kendaraan taktis seperti mobil Water Cannon dan unit Korps Brimob keluar dari Gerbang Pancasila. Aparat Kepolisian juga telah bersiaga di berbagai titik sekitar Gedung DPR RI, Senayan.
Sekitar pukul 09.00 WIB, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary, memberikan pernyataan di hadapan awak media. Ia mengimbau agar aksi buruh berjalan tertib, sementara aparat diinstruksikan tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam pengamanan. “Personel pengamanan harus mengedepankan sikap yang humanis,” ujarnya.
Tidak lama berselang, pada pukul 09.20 WIB, massa buruh mulai berdatangan ke depan Gedung DPR. Jumlah peserta aksi terus bertambah hingga menjelang pukul 10.00 WIB. Ketua Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI, Said Iqbal, turut hadir memimpin langsung jalannya aksi. Ia menegaskan bahwa aksi ini digelar secara damai dan kondusif, dengan melibatkan elemen mahasiswa, termasuk dari Universitas Indonesia.
Dalam orasinya di depan Gedung DPR, Said Iqbal menyampaikan kritik tajam terkait kebijakan pengupahan.
“Enak aja, kita yang kerja, kita yang bayar pajak buat negara, kita cinta dengan Presiden Prabowo, kita cinta dengan Republik ini, kita cinta keluarga kita. Tapi mereka mengukur-ngukur perut kita hanya naik 9 US Dollar per bulan,” tegas Said disambut sorakan massa.
Aksi demonstrasi ini dimulai dengan long march dari depan Senayan Park menuju gerbang Gedung DPR/MPR sekitar pukul 10.00 WIB. Ribuan buruh membawa poster dan spanduk yang berisi tuntutan perbaikan upah dan kesejahteraan.
Said Iqbal menegaskan perjuangan ini bukan hanya untuk buruh, tetapi juga untuk rakyat kecil secara keseluruhan.
“Kami ingin negara hadir melindungi rakyat pekerja. Kesejahteraan buruh adalah kesejahteraan bangsa,” pungkasnya.**(red/rls)






