TAPUNG (KAMPAR), Redaksi86.com – Halaman SMA Negeri 1 Tapung pagi itu berubah menjadi ruang penuh haru, kenangan, dan harapan. Pada hari Rabu (29/04/2026) tepat pukul 09.00 WIB, prosesi pelepasan siswa kelas XII resmi dimulai, menandai berakhirnya perjalanan pendidikan sekaligus awal langkah baru bagi para lulusan. Kegiatan berlangsung tertib dan khidmat hingga ditutup pada pukul 11.15 WIB.
Acara turut dihadiri unsur Pemerintahan Desa Indra Sakti yang diwakili Kepala Dusun dan Kepala Urusan Desa, sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan dan generasi muda di wilayah tersebut.
Dipandu oleh pembawa acara Khanza dan Althor, kegiatan diawali dengan Tari Persembahan yang memikat, simbol penghormatan bagi para siswa yang akan meninggalkan almamater. Suasana kemudian berubah khusyuk saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Salsabila, siswi berprestasi juara MTQ tingkat SMA se-Tapung.
Doa yang dipimpin Bapak Iswandi semakin menambah kekhidmatan, mengiringi harapan agar para siswa dapat menapaki masa depan dengan keberkahan. Ketua panitia, Kiki Juandi, dalam sambutannya menegaskan bahwa momen pelepasan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih besar.
Sementara itu, Kepala Sekolah Neneng Susanti S.Pd.,M.Pd menyampaikan pesan penting sekaligus pengumuman hasil kelulusan. Ia memastikan sebanyak 225 siswa kelas XII akan menerima pengumuman kelulusan pada Senin, 4 Mei 2026 pukul 21.00 WIB.
Namun, dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan imbauan tegas kepada seluruh siswa dan orang tua.
“Kelulusan adalah momen syukur, bukan ajang euforia berlebihan. Tidak boleh ada konvoi, balap-balapan, maupun coret-coret seragam. Kami minta peran orang tua untuk mengawasi,” tegasnya.
Pernyataan ini disampaikan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi tindakan negatif yang kerap terjadi saat pengumuman kelulusan. Ia menekankan bahwa menjaga keselamatan serta nama baik sekolah merupakan tanggung jawab bersama.
“Kami ingin lulusan SMAN 1 Tapung tidak hanya cerdas, tetapi juga beretika dan bermartabat,” tambahnya.
Selain itu, pihak sekolah juga menyampaikan informasi terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), yang membuka jalur domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi bagi calon siswa baru.
Di sisi lain, suasana acara semakin semarak dengan berbagai penampilan seni. Tarian Melayu, pembacaan puisi oleh Nabila Riskita Utami yang menyentuh emosi, hingga penampilan band siswa kelas X dan XI serta Tarian Tor-Tor oleh siswi kelas XII, menjadi rangkaian hiburan yang memperkaya momen perpisahan.
Perwakilan komite sekolah sekaligus orang tua siswa, Adilman Koto, turut menyampaikan rasa bangga dan harapan kepada para lulusan agar terus menghormati guru serta menjaga nilai-nilai kehidupan di masa depan.
Puncak haru terjadi saat lagu perpisahan dinyanyikan. Tangis dan pelukan menjadi gambaran kuatnya ikatan yang telah terjalin selama masa sekolah.
Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi bukti bahwa SMAN 1 Tapung tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga membentuk karakter dan kenangan yang akan terus melekat.
Ketika acara ditutup, satu babak kehidupan resmi berakhir. Namun bagi 225 siswa kelas XII, inilah awal perjalanan baru menuju masa depan dengan penuh harapan, tanggung jawab, dan jati diri.**
Editor: Redaksi






