JAKARTA, Redaksi86.com — Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ir. H. Ahmad Riza Patria, M.B.A memberikan apresiasi tinggi terhadap karya seni lokal yang dibawa oleh Kepala Desa Tri Manunggal dalam agenda pertemuan dan diskusi bersama para Kepala Desa dari Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar Provinsi Riau pada, Rabu (26/11/2025) yang lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Wamendes menegaskan bahwa kepemimpinan sejati bukan sekadar tentang posisi, tetapi tentang kerendahan hati untuk mendengar dan ketulusan hadir bagi sesama.
Pertemuan yang berlangsung penuh kehangatan itu menjadi ruang berbagi gagasan dan harapan mengenai pembangunan Desa. Para Kepala Desa turut memberikan cendera mata yang merepresentasikan keunikan, budaya, dan potensi masing-masing wilayah. Di antara semua hadiah tersebut, Wamendes mengaku sangat tersentuh oleh karya seni lukis bakar di atas panel triplek dan sepasang sandal ukir yang merupakan hasil tangan kreatif Newi Bowo Laksono, warga Desa Tri Manunggal, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar – Riau.
Kisah Inspiratif Seniman Difabel yang Tetap Berkarya
Kepala Desa Tri Manunggal Edi Bambang Purnomo menjelaskan bahwa karya seni lukis bakar dan sandal ukir tersebut dibuat oleh Newi Bowo Laksono, seorang pemuda Desa yang mengalami kelumpuhan kedua kakinya sejak lima tahun lalu akibat saraf terjepit. Meski dalam kondisi terbatas, Newi terus berkarya dari dalam kamar tempat ia setiap hari hanya dapat duduk dan berbaring.
“Newi merupakan warga kurang mampu dan tinggal bersama kakaknya setelah kedua orang tuanya meninggal sekitar tujuh tahun lalu. Walaupun mengalami kelumpuhan, ia tidak pernah menyerah dan tetap berkarya dengan sepenuh hati.” ungkap Kades Edi Bambang.
Sebelumnya, Newi sempat memproduksi berbagai kreasi lampu hias dari pipa PVC yang dipasarkan melalui media sosial. Namun, akibat keterbatasan geraknya, ia kini hanya mampu membuat lukisan bakar dan ukiran pada sandal yang juga dipasarkan secara online.
“Kami berharap ada dermawan yang bisa membantu usaha dan pengembangan karyanya. Untuk harga sandal ukir dijual antara Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu, sementara jasa lukis bakar ukuran A4 hanya Rp 50 ribu di luar bingkai. Semakin besar ukuran lukisan, semakin besar pula jasanya,” tambah Edi Bambang.
Wamendes: Setiap Karya Adalah Suara, Setiap Potensi Adalah Harapan
Wamendes Riza Patria menyampaikan kekagumannya terhadap semangat luar biasa Newi yang mampu menunjukkan bahwa keterbatasan bukan hambatan untuk berkontribusi.
“Apa yang ia hasilkan bukan sekadar seni, tetapi pesan tentang keteguhan, harapan, dan keindahan yang lahir dari sebuah perjuangan,” ucapnya.
Ia menekankan bahwa inspirasi sering kali lahir dari tempat yang paling sederhana, dan kepemimpinan sejati tumbuh dari kemampuan menghargai setiap potensi, sekecil apa pun itu.
“Mari kita dukung para seniman lokal dan para pemimpin desa yang terus menghadirkan inspirasi dari kesederhanaan. Setiap karya adalah suara, setiap potensi adalah harapan,” tutup Wamendes Riza Patria dikutip dari akun Instagramnya @arizapatria.
Laporan: Nefrizal Pili






