Viral Aksi Mitra Joget di Dapur SPPG Berujung Sanksi dari BGN, akhirnya SPPG di Suspend!

  • Whatsapp

JAKARTA, Redaksi86.com Polemik aksi joget seorang pria di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang viral akhirnya mendapat respons tegas dari pemerintah. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, mengungkap fakta mengejutkan di balik viralnya video tersebut. Pria yang menjadi sorotan publik itu ternyata tercatat memiliki tujuh titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Namun, dari jumlah tersebut, baru satu dapur yang aktif beroperasi, sementara enam lainnya masih dalam tahap persiapan.

“Katanya dia dapat tujuh dapur. Tapi yang sudah running baru satu, yang lainnya belum beroperasi,” ujar Nanik kepada wartawan, Selasa (24/3/2026).

BGN menegaskan bahwa program MBG bukanlah ladang bisnis yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Program ini, menurut Nanik, merupakan bagian dari upaya strategis negara dalam meningkatkan kualitas gizi dan kecerdasan anak bangsa.

“Ini bukan bisnis. Ini program pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak, bukan untuk hal-hal seperti itu,” tegasnya.

Disanksi dan Diawasi Ketat

Sebagai bentuk respons atas pelanggaran yang terjadi, BGN telah menjatuhkan sanksi tegas berupa pembekuan sementara (suspend) terhadap satu SPPG milik pria tersebut.

Alasan utama sanksi bukan hanya soal etika, tetapi juga karena pelanggaran teknis yang dinilai krusial.

“Salah layout. Dalam juknis sudah diatur bagaimana standar dapur. Tapi ini tidak sesuai,” jelas Nanik.

BGN juga memastikan bahwa enam dapur lainnya akan diawasi secara ketat, mulai dari proses pembangunan hingga operasional, guna memastikan tidak terjadi pelanggaran serupa.

Tuai Kritik Publik

Sebelumnya, video pria tersebut viral di media sosial karena berjoget di dalam dapur MBG tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Aksi itu memicu gelombang kritik dari netizen, terlebih beredar narasi bahwa ia menerima insentif hingga Rp6 juta per hari dari program tersebut.

Publik menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan empati, terutama di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih sulit.

Nanik pun menyayangkan perilaku tersebut, terlebih dilakukan di area dapur yang seharusnya steril dan memenuhi standar higienitas.

“Saya juga tidak suka. Dia membuat konten di dapur tanpa APD, itu jelas salah,” ujarnya.

Peringatan untuk Seluruh Mitra

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh mitra pelaksana program MBG agar tidak menyimpang dari aturan maupun etika pelaksanaan.

BGN menegaskan bahwa setiap pelanggaran, baik administratif maupun perilaku, akan ditindak tegas tanpa pengecualian.

“Jangan macam-macam. Ini program serius, bukan untuk konten atau sensasi,” pungkas Nanik.

Editor : Redaksi

Related posts