LAMPUNG, Redaksi86.com – Pelarian Bahroni, pelaku utama penembakan terhadap almarhum Bripka Anumerta Arya Supena, akhirnya berakhir di tangan aparat Kepolisian. Tersangka tewas setelah dilumpuhkan petugas karena melakukan perlawanan bersenjata saat hendak ditangkap di wilayah Teluk Hantu, Desa Pagar Jaya, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Jum’at dini hari (15/5/2026).
Penangkapan dilakukan usai tim Kepolisian melakukan pendalaman dan pemetaan lokasi persembunyian pelaku. Sekitar pukul 05.15 WIB, aparat bergerak melakukan penyergapan terhadap Bahroni yang selama ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Namun saat proses penangkapan berlangsung, tersangka justru melakukan perlawanan dengan mengacungkan senjata api rakitan jenis revolver ke arah petugas. Situasi yang dinilai membahayakan membuat aparat mengambil tindakan tegas dan terukur hingga pelaku tersungkur di lokasi kejadian.
Dari tangan Bahroni, Polisi menyita satu pucuk revolver rakitan beserta sebilah pisau yang diselipkan di pinggangnya.
Sebelumnya, aparat juga telah lebih dahulu meringkus Hamli yang diduga berperan sebagai joki dalam aksi pencurian kendaraan bermotor yang berkaitan dengan kasus penembakan tersebut di wilayah Jabung, Lampung Timur.
Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, mengungkapkan bahwa kedua pelaku merupakan residivis yang kembali mengulangi aksi kriminal serupa. Selain itu, keduanya diketahui sebagai pengguna narkoba dan menggunakan sepeda motor hasil curian saat menjalankan aksinya.
“Pelaku juga masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan dikenal kerap melakukan tindak kriminal,” ungkap Kapolda Lampung.
Dalam pengungkapan kasus ini, Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sepeda motor yang digunakan pelaku, helm, rekaman CCTV, hingga senjata api milik almarhum Bripka Arya Supena yang sebelumnya sempat dibuang di kawasan Pesawaran.
Pihak Kepolisian menegaskan akan terus memburu pelaku kriminal bersenjata yang meresahkan masyarakat serta memberikan tindakan tegas terhadap pelaku yang membahayakan keselamatan aparat maupun warga.**
Editor: Redaksi






