KAMPAR, Redaksi86.com — Suasana duka menyelimuti warga Desa Dusun Lereng, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, setelah seorang remaja bernama Rahmadani (13) dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Kampar, tepatnya di wilayah Desa Pulau Balai, Kamis (14/5/2026) siang.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB ketika korban bersama sekitar 15 orang temannya mandi dan bermain di tepian Sungai Kampar. Menurut informasi yang dihimpun, sebagian besar rekan korban telah lebih dahulu naik ke daratan setelah selesai mandi. Namun, Rahmadani bersama seorang temannya diketahui masih berada di tengah aliran sungai.
Tak lama kemudian, korban diduga terseret arus dan tenggelam. Teman-teman korban sempat panik dan berusaha melakukan pencarian secara spontan, namun keberadaan Rahmadani belum berhasil ditemukan.
Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang. Kantor SAR Pekanbaru menerima informasi dari Firman yang merupakan pihak BPBD Kabupaten Kampar terkait adanya seorang remaja yang diduga tenggelam di Sungai Kampar.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue dari Kantor SAR Pekanbaru langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian guna melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.
“Sebanyak tujuh personel rescuer diberangkatkan ke lokasi dengan jarak tempuh kurang lebih 58 kilometer dari Kantor SAR Pekanbaru,” demikian keterangan dalam laporan operasi SAR yang diterima awak media.
Berdasarkan data yang diperoleh, lokasi perkiraan korban tenggelam berada di titik koordinat 0°19’26”N 100°56’39”E, tepatnya di aliran Sungai Kampar wilayah Desa Pulau Balai, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar.
Hingga Kamis malam, proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan bersama BPBD, aparat setempat, serta masyarakat sekitar. Petugas menyisir area sungai menggunakan perahu karet dan melakukan pemantauan di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam.
Pihak SAR juga mengimbau masyarakat yang ikut membantu pencarian agar tetap berhati-hati dan mengutamakan keselamatan, mengingat kondisi arus sungai yang cukup berbahaya.
Apabila korban berhasil ditemukan, tim evakuasi akan segera membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sungai, terlebih pada musim dengan debit air yang cenderung meningkat.**
Editor: Redaksi







Alamat :