Militer Thailand dan Kamboja Saling Serang, Warga Sipil Tewas, Sama-sama Usir Diplomat

  • Whatsapp

[Redaksi86.com] — Ketegangan antara militer Kamboja dan Thailand kembali memanas di wilayah perbatasan kedua negara. Saling tembak antara militer kedua negara meletus pada Kamis (24/7/2025) pagi di sekitar wilayah kuil kuno yang disengketakan.
Sebelumnya, beberapa bulan lalu, militer kedua negara juga terlibat baku tembak di wilayah itu, yang menewaskan seorang tentara Kamboja.

Wilayah yang disengketakan berada di perbatasan Provinsi Surin, Thailand dan Oddar Meanchey, Kamboja.

“Perebutan” wilayah antara dua negara bertetangga ini telah berlangsung puluhan tahun. Dalam bentrokan terbaru, militer Thailand menyatakan bahwa tiga warga sipil terluka karena serangan roket dari tentara Kamboja.
Thailand lalu membalas dengan meluncurkan serangan udara pada dua target militer Kamboja. Dalam pernyataan resminya, militer Thailand menuduh pasukan Kamboja menembakkan dua roket BM-21 ke wilayah permukiman di Distrik Kap Choeng, Surin.Tembakan roket itu menyebabkan tiga warga sipil terluka.

“Ini adalah serangan langsung kepada warga sipil. Kami akan mengambil langkah-langkah tegas sesuai hukum internasional,” kata pihak militer Thailand, seperti diberitakan AFP.

Kronologi Kejadian

Kronologi kejadian, versi militar Thailand, bermula ketika tentara Thailand yang berjaga di kompleks Kuil Ta Muen mendeteksi keberadaan drone Kamboja sekitar pukul 07.35 waktu setempat.

Setelah itu, enam prajurit Kamboja bersenjata, termasuk yang membawa pelontar granat, mendekati pagar kawat berduri dekat pos Thailand.

Militer Thailand menegaskan, sudah memberikan peringatan suara. Namun, sekitar pukul 08.20, militer Kamboja justru melepaskan tembakan ke arah posisi mereka.

Informasi terbaru dari kantor PM Thailand menyebutkan, serangan artileri Kamboja menewaskan warga sipil Thailand.

Kementerian Pertahanan Kamboja membantah keras tuduhan Thailand. Militer Kamboja menegaskan, tentara Thailand yang pertama kali melanggar batas wilayah dan menyerang lebih dulu.

“Militer Thailand melanggar kedaulatan wilayah Kerajaan Kamboja. Kami hanya membela diri, sesuai hukum internasional,” tegas juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Maly Socheata.

Kamboja menambahkan, yang mereka lakukan adalah membela kedaulatan nasional.
Mengenai serangan udara Thailand terhadap dua target militer Kamboja, belum ada penyampaian dari Kamboja mengenai adanya kerusakan, korban luka, atau korban jiwa.

Usir Diplomat

Sehari sebelumnya, terjadi ketegangan diplomatik antara kedua negara.
Pemerintah Thailand memutuskan mengusir Duta Besar Kamboja dan menarik pulang diplomatnya dari Kota Phnom Penh, Kamboja.

Kamboja balas mengusir diplomat Thailand.

Pemicu ketegangan diplomatik ini adalah insiden ledakan ranjau yang melukai lima anggota patroli militer Thailand.

Thailand menuduh ranjau itu baru ditanam oleh pasukan Kamboja. Namun, dibantah pihak Kamboja.**(red/rls)

Related posts