TAPUNG HILIR (KAMPAR), Redaksi86.com – Camat Tapung Hilir, Nurmansyah S.STP., MM bersama Kepala UPT Puskesmas Tanah Tinggi, Ns. Yessy Oktowati S.Kep., MM melakukan peninjauan langsung ke dapur SPPG Kijang Jaya 02 yang berada di Desa Kijang Jaya, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Selasa (21/04/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari monitoring sekaligus pembinaan terhadap pengelola SPPG, menyusul adanya laporan dugaan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang basi yang sebelumnya ditemukan di UPT SDN 013 dan Posyandu Desa Tanah Tinggi pada 10 April 2026 lalu.
Dalam kunjungan tersebut, Camat yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas MBG Kecamatan Tapung Hilir turut didampingi oleh jajaran Puskesmas Tanah Tinggi serta melibatkan Pemimpin Redaksi media Redaksi86 sebagai bagian dari transparansi dan kontrol sosial.
Rombongan disambut langsung oleh Kepala SPPG Kijang Jaya 02, M. Arif Riswanda SH, yang didampingi oleh Akuntan SPPG serta Asisten Lapangan (Aslap) Tety.
Dalam arahannya, Camat Nurmansyah menegaskan agar kejadian dugaan menu MBG basi tidak terulang kembali di masa mendatang. Ia mengingatkan bahwa kelalaian dalam pengelolaan makanan dapat memicu kerawanan pangan dan berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
“Hal ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai karena kurangnya kehati-hatian, justru menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyinggung mulai munculnya dugaan kasus serupa di beberapa SPPG lain di wilayah Kabupaten Kampar, sehingga diperlukan pengawasan yang lebih ketat dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Tanah Tinggi, Ns. Yessy Oktowati menekankan pentingnya koordinasi antara pihak SPPG dengan tenaga kesehatan di wilayah, termasuk bidan desa.
Menurutnya, aspek kesehatan lingkungan dan keamanan pangan harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan program MBG.
“Kami minta pihak SPPG selalu berkoordinasi dengan Puskesmas dan tenaga kesehatan setempat agar standar kebersihan dan kualitas makanan tetap terjaga,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemimpin Redaksi media Redaksi86 turut memberikan masukan kepada pihak SPPG agar lebih terbuka terhadap kritik dan kontrol sosial dari masyarakat maupun media.
Ia juga mengingatkan pentingnya memahami tugas dan fungsi jurnalis sebagai bagian dari pengawasan publik demi terciptanya transparansi dan perbaikan layanan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Kijang Jaya 02, M. Arif Riswanda mengakui adanya kejadian yang terjadi sebelumnya dan menyampaikan komitmennya untuk melakukan perbaikan ke depan.
“Kami menerima semua masukan dan akan melakukan evaluasi agar kualitas menu MBG bisa lebih baik dan sesuai standar yang ditetapkan,” ungkapnya.
Ia juga berharap adanya dukungan dan arahan dari pihak Kecamatan serta instansi terkait agar program MBG dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Kegiatan monitoring ini berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, pengelola program, dan insan pers.**
Laporan: Redaksi






