Kebakaran Gudang BBM Ilegal di Marpoyan Damai Terjadi Siang Hari, Warga Desak Polresta Pekanbaru Tangkap Pemiliknya

  • Whatsapp

PEKANBARU, Redaksi86.com Kebakaran hebat melanda sebuah gudang yang diduga menjadi tempat penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal di wilayah Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, pada 22 Februari 2026 siang hari. Peristiwa tersebut mengejutkan warga karena terjadi saat aktivitas masyarakat sedang ramai.

Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dan dapat disaksikan dari jarak ratusan meter. Sejumlah warga berhamburan keluar rumah karena khawatir api merembet ke bangunan sekitar. Letupan kecil yang diduga berasal dari drum berisi BBM juga terdengar beberapa kali. Kamis (26/2/2026).

“Siang bolong tiba-tiba api sudah besar. Kami panik karena ini di tengah permukiman. Kalau sampai meledak besar, bisa habis rumah warga,” ujar seorang warga yang meminta namanya dirahasiakan.

Beberapa unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah. Api berhasil dipadamkan setelah petugas berjibaku selama beberapa waktu.

Diduga Dikendalikan Oknum Berinisial “Pendi”

Berdasarkan keterangan warga, aktivitas di gudang tersebut sudah lama menimbulkan kecurigaan. Kendaraan diduga pengangkut BBM kerap keluar masuk lokasi, bahkan pada jam-jam tertentu.

Informasi yang berkembang di tengah masyarakat menyebutkan gudang tersebut diduga dikendalikan oleh seseorang berinisial Pendi. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait identitas pemilik maupun status hukum bangunan tersebut.

Warga Minta Tangkap dan Bongkar Jaringan

Masyarakat mendesak Polresta Pekanbaru untuk segera mengungkap dan menangkap pemilik gudang BBM tersebut, serta membongkar jaringan distribusi BBM ilegal yang diduga beroperasi di wilayah Marpoyan Damai.

Warga menilai keberadaan gudang BBM ilegal di tengah permukiman merupakan ancaman serius terhadap keselamatan publik. Mereka khawatir praktik serupa masih berlangsung di lokasi lain.

“Ini bukan sekadar kebakaran biasa. Kalau memang ilegal, harus diusut tuntas. Siapa pemiliknya, siapa yang memasok, dan ke mana BBM itu dijual. Jangan berhenti di garis polisi saja,” tegas seorang tokoh masyarakat.

Publik Menunggu Ketegasan Aparat
Hingga berita ini diterbitkan, lokasi masih dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. Namun belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab pasti kebakaran maupun status hukum pihak yang diduga terkait.

Peristiwa ini menjadi ujian bagi Polresta Pekanbaru dalam membuktikan komitmen penegakan hukum terhadap praktik penimbunan BBM ilegal yang berpotensi membahayakan masyarakat.

Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi resmi guna memperoleh keterangan berimbang dari pihak kepolisian.

Masyarakat kini menunggu: akankah aparat bertindak tegas dan transparan, atau kasus ini akan menguap seiring padamnya api?

Editor : Redaksi 

Related posts