Kesal Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Minas Kembali Blokir Jalan Minas – Perawang

  • Whatsapp

SIAK, Redaksi86.com Aksi penutupan jalan oleh warga kembali terjadi di ruas jalan provinsi, tepatnya di Simpang Empat Minas, Kabupaten Siak, Senin (13/04/2026). Aksi tersebut merupakan bentuk protes masyarakat terhadap kondisi jalan yang rusak parah dan belum juga mendapatkan perbaikan permanen.

Informasi penutupan jalan dengan cepat menyebar melalui pesan berantai, yang mengimbau para pengendara dari arah Perawang menuju Minas maupun sebaliknya untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan.

Akibat aksi tersebut, arus lalu lintas dilaporkan lumpuh total. Kemacetan panjang terjadi dari empat penjuru, yakni arah Pekanbaru, Duri, Minas, hingga Tualang. Aparat gabungan pun tampak berjaga di lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif, di antaranya unsur kepolisian, TNI, serta pemerintah kecamatan.

Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, menyampaikan bahwa pihaknya telah lebih dahulu mengetahui rencana aksi warga tersebut. Ia mengungkapkan bahwa laporan telah disampaikan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, serta unsur Forkopimda terkait.

Menurutnya, ruas jalan yang menjadi objek protes merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Riau. Kondisi jalan yang rusak berat disebut telah berlangsung lama dan bahkan telah menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

“Sehari sebelumnya sudah kami laporkan terkait rencana aksi penutupan jalan di Simpang Empat Minas. Kondisi jalan memang sudah lama rusak parah dan menimbulkan korban. Kami juga sebelumnya sudah bersurat ke pihak provinsi,” ujarnya.

Afni menambahkan, aksi serupa sebenarnya bukan yang pertama kali terjadi. Beberapa bulan sebelumnya, warga juga sempat melakukan penutupan jalan dengan tuntutan yang sama. Saat itu, aksi berakhir setelah adanya komitmen perbaikan dari pemerintah provinsi bersama sejumlah perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut.

Namun, karena janji tersebut belum terealisasi, warga kembali melakukan aksi sebagai bentuk kekecewaan.

“Aksi ini sudah beberapa kali kami redam melalui komunikasi dengan tokoh masyarakat. Warga sebenarnya memahami kondisi anggaran, namun karena kerusakan jalan sudah memakan korban dan belum ada perbaikan permanen, akhirnya mereka kembali melakukan aksi,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Siak, lanjut Afni, terus melakukan koordinasi dengan aparat keamanan dan pemerintah setempat guna menjaga situasi tetap kondusif. Negosiasi juga dilakukan agar penutupan jalan tidak menghambat kendaraan prioritas seperti ambulans, bus sekolah, serta kendaraan roda dua.

Sementara itu, masyarakat diimbau untuk sementara waktu mengalihkan perjalanan kendaraan roda empat ke jalur alternatif selama aksi berlangsung.

Berdasarkan data yang dihimpun, kerusakan jalan terjadi sepanjang kurang lebih 6 kilometer. Kondisi tersebut diperparah oleh tingginya intensitas kendaraan bertonase besar yang melintas setiap hari, sehingga upaya perbaikan sementara dinilai tidak efektif.

Sejumlah perusahaan besar seperti Pelindo, Pertamina Hulu Rokan (PHR), Sinar Mas Group, hingga PTPN diketahui turut memanfaatkan ruas jalan tersebut untuk aktivitas distribusi logistik.

Afni menegaskan, pihaknya akan kembali menyampaikan persoalan ini secara langsung kepada pemerintah provinsi guna mendorong solusi permanen.

“Kami akan kembali menyampaikan hal ini kepada Pak Gubernur. Kami yakin akan ada solusi konkret untuk perbaikan jalan ini,” tutupnya.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Riau bersama DPRD Riau disebut tengah menyiapkan rapat koordinasi dengan pihak perusahaan yang sebelumnya telah berkomitmen untuk membantu perbaikan ruas jalan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, aksi penutupan jalan masih berlangsung dengan pengawalan aparat, sementara masyarakat berharap adanya langkah nyata agar persoalan ini tidak terus berulang.**

Editor: Redaksi

Related posts