Tak Ada Laporan Resmi, Camat Tapung Hilir Geram terkait Dugaan MBG Basi, SPPG Kijang Jaya 02 Akan Disidak

  • Whatsapp

TAPUNG HILIR (KAMPAR), Redaksi86.com Dugaan pembagian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam kondisi basi kepada siswa Sekolah Dasar dan Balita di Kecamatan Tapung Hilir menuai perhatian serius dari pemerintah setempat.

Camat Tapung Hilir, Nurmansyah S.STP., MM, menegaskan bahwa pihaknya bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) MBG akan segera turun langsung ke lapangan guna melakukan pengecekan serta evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut.

Pernyataan itu disampaikan pada Selasa (14/04/2026), menyusul laporan yang diterimanya dari Kepala Sekolah SDN 013 Tanah Tinggi terkait kejadian yang terjadi pada Jum’at lalu.

Camat mengaku terkejut sekaligus menyayangkan, lantaran informasi tersebut justru diperoleh dari pemberitaan, bukan dari laporan resmi pihak terkait di lapangan.

“Seharusnya pihak PIC di setiap sekolah, Posyandu, maupun pihak SPPG yang menyampaikan laporan. Ini menjadi catatan penting bagi kita semua,” tegasnya.

Meski demikian, Camat memastikan bahwa makanan yang diduga basi tersebut belum sempat dikonsumsi oleh siswa maupun balita, sehingga tidak menimbulkan dampak kesehatan.

“Alhamdulillah belum sempat dikonsumsi, sehingga tidak menimbulkan dampak kesehatan. Namun ini tetap harus menjadi perhatian serius,” tambahnya.

Sebagai langkah tindak lanjut, Camat selaku Ketua Satgas MBG Kecamatan Tapung Hilir memastikan pihaknya bersama tim akan segera melakukan Inspeksi mendadak (sidak) ke SPPG Kijang Jaya 02.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan koordinasi sekaligus memastikan kualitas makanan dan standar gizi yang disalurkan kepada masyarakat benar-benar terjaga.

“Kami akan berkoordinasi dengan seluruh pihak yang bertanggung jawab agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Tanah Tinggi, Ns. Yessy Oktowati S.Kep., MM, juga mengaku terkejut saat menerima informasi dugaan makanan basi tersebut. Ia menilai, tidak adanya laporan langsung dari petugas di lapangan merupakan hal yang patut menjadi evaluasi bersama.

“Kami sangat terkejut dan menyesalkan tidak adanya laporan dari lapangan. Ini harus menjadi evaluasi bersama,” ungkapnya.

Pihak Puskesmas, lanjutnya, akan segera melakukan pengecekan langsung ke SPPG serta para PIC di masing-masing satuan pendidikan dan Posyandu guna memastikan kronologi serta kondisi sebenarnya di lapangan.

Selain itu, koordinasi dengan pihak kecamatan sebagai Ketua Satgas MBG juga akan dilakukan untuk merumuskan langkah pencegahan ke depan.

Langkah ini dinilai penting guna memastikan tidak terulangnya potensi kerawanan pangan akibat distribusi makanan yang tidak layak konsumsi, khususnya dalam program MBG yang menyasar kelompok rentan seperti siswa dan balita.**

Laporan: Tim Redaksi

Related posts