TAPUNG (KAMPAR), Redaksi86.com — Situasi keamanan di Desa Indra Sakti, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, tengah menjadi sorotan. Maraknya aksi pencurian dalam beberapa waktu terakhir membuat masyarakat diliputi rasa cemas, terutama saat malam hari.
Keluhan warga terus bermunculan, baik secara langsung maupun melalui media sosial seperti Facebook. Mereka mengaku tidak lagi merasakan ketenangan di lingkungan tempat tinggalnya. Aksi pencurian yang terjadi pun beragam, mulai dari kehilangan barang berharga di dalam rumah hingga alat pertanian seperti egrek yang raib tanpa jejak.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah sangat meresahkan. Ia menilai, situasi keamanan di desa tersebut semakin memburuk dan belum terlihat adanya penanganan yang maksimal.
“Sudah capek kami di kampung ini. Maling makin menjadi-jadi. Malam tidak bisa tenang, siang pun tetap was-was. Kami berharap ada tindakan nyata dari aparat,” ujarnya dengan nada khawatir.
Menurutnya, jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin akan memicu reaksi spontan dari masyarakat. Ia khawatir emosi warga yang memuncak dapat berujung pada tindakan yang tidak diinginkan.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka menilai, meningkatnya angka pencurian menjadi sinyal bahwa sistem keamanan lingkungan perlu segera diperkuat.
“Takutnya nanti kalau sudah kalap, bisa terjadi hal yang tidak kita inginkan. Ini harus segera ditangani sebelum situasi makin panas,” ungkap warga lain.
Masyarakat pun mendesak Pemerintah Desa bersama Aparat Kepolisian untuk segera mengambil langkah konkret. Di antaranya dengan meningkatkan patroli malam, memperketat pengawasan lingkungan, serta mengaktifkan kembali sistem keamanan berbasis masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Desa maupun Aparat berwenang terkait langkah penanganan yang akan dilakukan. Warga berharap, keresahan yang mereka alami dapat segera mendapat perhatian serius sebelum kondisi semakin tidak terkendali.**
Editor: Tim Redaksi






