Tegur Fortuner Halangi Akses Laundry, Pemilik Usaha di Pekanbaru Mengaku Didatangi Sejumlah Pria

  • Whatsapp

PEKANBARU, Redaksi86.com Persoalan parkir kendaraan di depan sebuah usaha laundry di Kota Pekanbaru berujung cekcok antara pemilik usaha dengan sejumlah pria, Rabu (17/9/2026). Dalam perselisihan tersebut, salah seorang pria disebut sempat membawa-bawa nama BUMN.

Kemal, pemilik laundry bersama istrinya, Lina, mengatakan kejadian bermula ketika satu unit mobil Toyota Fortuner terparkir di area depan deretan ruko tempat usahanya berada.

Menurut Kemal, keberadaan kendaraan tersebut dinilai mengganggu akses pelanggan yang hendak keluar dan masuk ke tempat usahanya. Ia kemudian meminta agar kendaraan dipindahkan.

“Awalnya kami hanya meminta baik-baik supaya mobil itu dipindahkan karena menghalangi usaha laundry. Tidak ada maksud mencari ribut,” ujar Kemal kepada Redaksi86.com.

Permintaan tersebut awalnya ditanggapi oleh pengemudi dengan memindahkan kendaraan ke pinggir jalan. Namun, menurut penuturan Kemal, setelah kendaraan dipindahkan terjadi adu pandang antara dirinya dengan salah seorang pria yang berada di sekitar warung sebelah.

Kemal mengklaim pria tersebut kemudian menunjuk ke arah dadanya sambil mengucapkan kalimat bernada tinggi yang membawa-bawa nama BUMN.

“BUMN ini, lihat ini mau ngapa?!” demikian ucapan yang ditirukan Kemal.

Situasi kemudian memanas dan berujung adu mulut. Kemal mengaku sejumlah pria kemudian mendatanginya hingga masuk ke area usaha laundry.

“Mereka masuk ke tempat usaha saya. Ada yang mengejar dan kursi-kursi juga ditendang. Saya merasa usaha saya didatangi ramai-ramai,” ungkapnya.

Untuk mencegah terjadinya bentrokan fisik, Lina kemudian menarik suaminya menjauh dari keributan. Keduanya mengaku khawatir perselisihan tersebut berkembang menjadi tindakan kekerasan.

Kemal menyayangkan persoalan yang menurutnya bermula dari permintaan sederhana untuk memindahkan kendaraan justru berkembang menjadi cekcok.

“Saya tidak melarang orang berteman, duduk atau bermain di warung sebelah. Tapi jangan sampai usaha kami terganggu. Kalau mobil menghalangi, kami hanya minta dipindahkan baik-baik,” katanya.

Ia juga menyayangkan apabila ada pihak yang membawa-bawa nama institusi maupun perusahaan dalam perselisihan tersebut.

“Kalau memang mereka orang BUMN atau membawa nama institusi, kami juga bingung. Kami masyarakat biasa, hanya menjalankan usaha. Jangan karena merasa membawa nama BUMN atau pejabat, masyarakat kecil diperlakukan seperti itu,” ujarnya.

Terkait dugaan bahwa sejumlah pria tersebut mengatasnamakan Agrinas, Kemal mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah mereka benar merupakan pegawai, pejabat, maupun pihak yang memiliki hubungan resmi dengan perusahaan tersebut.

Karena itu, identitas dan keterkaitan mereka dengan Agrinas maupun BUMN masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut. Redaksi86.com juga belum memperoleh keterangan dari pihak yang terlibat dalam cekcok untuk menanggapi versi kejadian yang disampaikan Kemal.

Peristiwa tersebut disebut turut disaksikan Lina serta sejumlah warga dan orang yang berada di sekitar lokasi.

Hingga berita ini diterbitkan, Redaksi86.com masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak yang disebut terkait, termasuk pihak BUMN/Agrinas, guna memperoleh penjelasan dan memastikan status orang-orang yang disebut dalam peristiwa tersebut.**

Penulis: Rudy Hartono

Related posts