Akibat Pemadaman PLN, 18 Ton Ayam Mati di Kota Bangun, Peternak Rugi Ratusan Juta Rupiah

  • Whatsapp

TAPUNG HILIR, Redaksi86.com Pemadaman listrik mendadak yang terjadi sejak Minggu malam (26/10/2025) hingga Senin sore (27/10/2025) di wilayah Tapung Hilir menimbulkan kerugian besar bagi peternak ayam boiler di Desa Kota Bangun. Listrik padam selama kurang lebih 19 jam, mengakibatkan ribuan ekor ayam mati secara mendadak.

Pantauan Redaksi86.com di lapangan, salah satu kandang ayam milik H. Satim dan Sopiyan mengalami kerugian parah. Hampir 90 persen ayam dengan bobot rata-rata 1,3 kilogram ditemukan mati. Total kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah setelah sekitar kurang lebih 18 ton ayam tidak dapat diselamatkan.

Kronologi Pemadaman

H. Satim menuturkan, pemadaman listrik terjadi pertama kali pada Minggu malam sekitar pukul 20.00 WIB hingga dini hari. “Lampu sempat menyala sekitar pukul 01.00 WIB, kemudian pada pukul 03.00 WIB padam lagi, lalu kembali hidup sebentar sekitar pukul 06.00 WIB. Setelah itu menyala sebentar lalu padam lagi hingga pukul 15.30 WIB sore,” jelasnya.

Hidup-matinya arus listrik berulang kali pada tengah malam inilah yang diduga kuat menyebabkan ribuan ayam mati. Sistem arus yang tidak normal, ventilasi dan pencahayaan kandang yang sangat bergantung pada listrik tidak dapat berfungsi dengan baik, sehingga ayam mengalami stres dan kekurangan oksigen.

Dampak dan Kerugian

Dengan jumlah kematian ribuan ekor, bangkai ayam sebagian besar terpaksa dikubur. Hanya sebagian kecil yang dapat dimanfaatkan untuk campuran bahan pembuatan pakan ikan.
“Kerugian kami sangat besar, mencapai ratusan juta rupiah,” ungkap Sopiyan kepada media.

Penjelasan PLN ULP Duri

Menanggapi kejadian ini, pihak PLN ULP Duri melalui perwakilan PLN Belutu Kandis memberikan penjelasan resmi. Dalam rilis yang diterima Redaksi86.com pada group WhatsApp PLN DURI MENYAPA TAPUNG – P. MAROKO, PLN menyampaikan bahwa tim teknis sejak semalam telah berjibaku melakukan percepatan penormalan pasokan energi listrik.

“Gangguan terjadi pada SKTM (Saluran Kabel Tanah Menengah) yang melintas di Jalan Lintas. Upaya perbaikan tercepat dilakukan dengan pembangunan jaringan SUTM (Saluran Udara Tegangan Menengah) di titik lokasi,” jelas PLN ULP Duri.

Selama proses perbaikan, PLN mengakui adanya penyesuaian sementara penyaluran listrik di beberapa lokasi, sehingga pasokan tidak stabil. “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Terima kasih atas pengertian dan dukungan masyarakat untuk layanan listrik yang semakin andal,” tutup pernyataan tersebut.

Harapan Peternak

Meski demikian, para peternak tetap berharap PLN dapat mencari solusi lebih baik agar kejadian serupa tidak kembali terulang. “Kami mohon kepada PLN agar lebih sigap dalam mengantisipasi gangguan. Kerugian kami sangat besar dan ini menyangkut mata pencaharian,” tegas H. Satim.**

Laporan: Nefrizal Pili

Related posts