NEW DELHI, REDAKSI86.com – Keluarga salah satu dari dua bayi perempuan yang meninggal setelah diduga digigit tikus di ruang ICU Rumah Sakit MY (MYH) milik pemerintah di India menuduh pihak rumah sakit lalai dan menyesatkan mereka mengenai penyebab kematian.
Sajid Khan, seorang petani dari Distrik Dewas, mengatakan pihak administrasi MYH tidak pernah memberi tahu bahwa putrinya mengalami gigitan tikus, bahkan setelah bayinya meninggal pada Rabu (10/9/2025). Menurut para pejabat, dua bayi perempuan yang sebelumnya menderita berbagai kelainan bawaan diduga digigit tikus di ICU MYH pada malam 31 Agustus hingga 1 September 2025. Luka tersebut kemudian disebut menyebabkan kematian keduanya. Pihak administrasi rumah sakit tetap bersikeras bahwa kedua bayi tersebut meninggal karena kondisi kesehatan serius yang sudah ada sejak lahir. Khan mendatangi kantor Pengadilan Distrik Indore bersama anggota organisasi suku Jai Adivasi Yuva Shakti (JAYS) untuk menyampaikan keluhan.
“Saya telah membawa bayi perempuan saya yang baru lahir ke ICU anak-anak. Setelah kematiannya, ketika jenazahnya diserahkan kepada kami, pihak administrasi MYH memberi tahu kami bahwa ia meninggal karena infeksi darah. Kami tidak diberi tahu saat itu bahwa ia digigit tikus di ICU. Kami menolak otopsi dan membawa jenazahnya,” ujarnya dikutip dari NDTV.
Ia mengatakan luka gigitan baru terlihat saat kain kafan dan perban dibuka sebelum upacara pemakaman. “Luka-luka akibat gigitan tikus terlihat di jari-jari dan telapak tangannya,” kata Khan. Khan menyebut kondisi istrinya memburuk setelah mengetahui fakta bahwa bayi mereka mengalami gigitan tikus. “Istri saya masih syok mengetahui bagaimana putri kami digigit tikus di ICU MYH dan mengapa dia tidak bisa dirawat di rumah sakit lain? Kami hanya memberinya satu jawaban: kami tidak tahu dia digigit tikus,” ujarnya. Ia meminta pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap pejabat MYH agar kejadian serupa tidak terulang.
Hakim Distrik Indore, Shivam Verma, mengatakan pemerintah negara bagian sedang menyalurkan kompensasi kepada keluarga dari Distrik Dewas. Ia menegaskan pemerintah sensitif terhadap kematian kedua bayi tersebut dan akan mengambil langkah sesuai laporan tim investigasi tingkat negara bagian. Presiden JAYS, Lokesh Mujalda, dalam pertemuan dengan pejabat administrasi, kembali menuntut pemberhentian sementara sejumlah pejabat senior, termasuk pengawas MYH, serta meminta kasus tersebut diproses sebagai dugaan pembunuhan tidak disengaja.
Sumber: Kompas.com






