Pemdes dan Masyarakat Kota Garo Audiensi dengan PT SMP, Bahas Dugaan Pencemaran, Tenaga Kerja Lokal dan CSR

  • Whatsapp

TAPUNG HILIR (KAMPAR), Redaksi86.com – Pemerintah Desa Kota Garo bersama Forum Pemuda Peduli Masyarakat (FPPM), Ninik Mamak, perwakilan nelayan dan sejumlah tokoh masyarakat menggelar audiensi dengan manajemen Pabrik Pengolahan Brodolan PT Sawit Maju Pratama (SMP) di KM 5, Dusun 3, Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Sabtu (24/10/2026).

Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB tersebut membahas sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, terutama dugaan pencemaran lingkungan, penyerapan tenaga kerja lokal, serta pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Dalam audiensi tersebut, Pemerintah Desa Kota Garo diwakili Sekretaris Desa Aan Ferisal. Turut hadir Ketua FPPM, Ketua Nelayan Sungai Tapung Desa Kota Garo, Ninik Mamak Kenegerian Kota Garo serta beberapa tokoh masyarakat. Audensi ini juga disaksikan Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Kota Garo.

Rombongan masyarakat diterima langsung oleh Manager Pabrik PT SMP, Muhammad Abdi Kesuma, didampingi Legal Perusahaan Wawan Afriandi, SH, serta Humas PT SMP, Aman.

Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut berkaitan dengan isu dugaan pencemaran lingkungan yang oleh sebagian masyarakat diduga berkaitan dengan limbah kegiatan pengolahan pabrik dan dikhawatirkan berdampak terhadap Sungai Tapung.

Sekretaris Desa Kota Garo, Aan Ferisal, meminta persoalan tersebut mendapat perhatian serius dari perusahaan, mengingat Sungai Tapung memiliki peran penting bagi masyarakat, khususnya warga yang menggantungkan mata pencaharian sebagai nelayan.

Namun demikian, Aan meminta masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan mengenai sumber pencemaran sebelum adanya hasil pemeriksaan dari instansi yang berwenang.

Ia mengatakan, masyarakat diharapkan bersabar menunggu hasil investigasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kampar yang disebut telah turun melakukan pemeriksaan terkait persoalan tersebut.

Dengan demikian, kepastian mengenai penyebab dan sumber dugaan pencemaran diharapkan dapat mengacu pada hasil pemeriksaan resmi Pemerintah.

Selain persoalan lingkungan, masyarakat turut menyampaikan aspirasi mengenai penyerapan tenaga kerja lokal.

Pemerintah Desa berharap keberadaan perusahaan yang beroperasi di wilayah Desa Kota Garo dapat memberikan peluang kerja yang lebih besar bagi masyarakat setempat, tentunya dengan mempertimbangkan kompetensi calon pekerja serta kebutuhan perusahaan.

“Kami berharap tenaga kerja lokal dapat menjadi perhatian dan diprioritaskan sesuai dengan keahlian serta kebutuhan perusahaan,” ujar Aan dalam pertemuan tersebut.

Persoalan lain yang dibahas adalah kontribusi perusahaan melalui program CSR.

Masyarakat berharap keberadaan investasi di Desa Kota Garo tidak hanya memberikan dampak dari sisi aktivitas ekonomi, tetapi juga dapat memberikan manfaat sosial melalui program-program pemberdayaan dan bantuan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

PT SMP Tanggapi Aspirasi Masyarakat

Menanggapi sejumlah aspirasi yang disampaikan dalam audiensi, Manager Pabrik PT SMP, Muhammad Abdi Kesuma, menyatakan perusahaan akan berupaya melakukan pengelolaan lingkungan secara maksimal.

Terkait persoalan dugaan pencemaran, pihak perusahaan menyatakan akan meningkatkan perhatian terhadap sistem pengelolaan limbah sehingga aktivitas operasional tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat, terutama masyarakat yang memanfaatkan Sungai Tapung.

Pihak perusahaan juga menyampaikan rencana melakukan upaya normalisasi kondisi air sebagai langkah penanganan sambil menunggu hasil investigasi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar.

Meski demikian, penyebab dugaan pencemaran tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan resmi DLH Kabupaten Kampar sehingga belum dapat dipastikan berasal dari aktivitas perusahaan.

Dalam persoalan ketenagakerjaan, Abdi menyampaikan perusahaan selama ini telah memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal untuk bekerja berdasarkan keahlian, kualifikasi dan kebutuhan operasional perusahaan.

Manajemen PT SMP juga merespons aspirasi mengenai CSR dengan menyatakan komitmennya untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan sesuai program dan kemampuan perusahaan.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang komunikasi antara masyarakat, pemerintah desa dan pihak perusahaan agar berbagai persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui dialog.

Baik Pemerintah Desa, masyarakat maupun pihak perusahaan berharap komunikasi seperti ini terus dibangun sehingga aktivitas investasi dapat berjalan berdampingan dengan kepentingan masyarakat dan perlindungan lingkungan.

Audiensi yang berlangsung hingga sekitar pukul 12.30 WIB tersebut berjalan dalam suasana kekeluargaan, aman dan lancar.**

Laporan: Nefri_Pili

Related posts