BANGKINANG KOTA, Redaksi86.com — Perang melawan narkoba bukan sekadar tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Generasi muda harus dibentengi dengan karakter yang kuat, pendidikan, lingkungan yang sehat, serta keberanian menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika.
Pesan tegas tersebut disampaikan Anggota DPR RI, Dr. H. Syahrul Aidi Ma’azat, Lc., M.A., saat menjadi pemateri dalam kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba bertema “Bersama Memerangi Narkoba, Selamatkan Generasi Muda” yang ditaja Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Kabupaten Kampar bersama Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Kampar, Kamis (29/10/2026), di Gedung Pandopo Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Bangkinang Kota.
“Kalau jalan kita lurus, kalau hidup kita bebas dari narkoba, Insyaallah kita sukses,” tegas Syahrul Aidi di hadapan peserta.
Pernyataan tersebut menjadi pesan utama dalam kegiatan yang dihadiri tokoh pendidikan, organisasi kemasyarakatan, insan pers, serta ratusan peserta dari berbagai kalangan tersebut.
Dalam materinya, Syahrul Aidi menekankan pentingnya menjaga arah kehidupan, membangun karakter, dan menjauhi narkoba sebagai bagian dari ikhtiar meraih masa depan yang lebih baik.
Menurutnya, kesuksesan tidak cukup hanya bermodalkan kecerdasan dan kemampuan. Generasi muda juga harus memiliki prinsip hidup yang benar, mampu menjaga diri dari pengaruh negatif, serta berani mengambil keputusan yang tidak merusak masa depan.
Narkoba menjadi ancaman serius karena dampaknya tidak hanya menyentuh kesehatan, tetapi juga pendidikan, kehidupan sosial, produktivitas, dan masa depan seseorang.
Karena itu, upaya menyelamatkan generasi muda harus dilakukan secara bersama-sama melalui edukasi berkelanjutan, keteladanan, penguatan keluarga, serta keterlibatan lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat.
Ketua GRANAT Kampar: Jangan Tunggu Anak Kita Menjadi Korban!
Ketua GRANAT Kabupaten Kampar, H. Juswari Umar Said, S.H., M.H., menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak boleh berhenti pada kegiatan sosialisasi dan seremoni. Harus ada gerakan nyata yang menyentuh keluarga, sekolah, kampus, organisasi, dan lingkungan masyarakat.
“Narkoba adalah ancaman nyata bagi masa depan generasi muda. Karena itu, kita tidak boleh diam dan tidak boleh membiarkan anak-anak kita menjadi korban. Perang melawan narkoba harus dimulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, organisasi, hingga masyarakat luas,” tegas Juswari.
Ia menyampaikan, GRANAT Kampar berkomitmen mendorong peningkatan kesadaran masyarakat agar pencegahan penyalahgunaan narkotika menjadi gerakan bersama.
Menurutnya, kepedulian terhadap bahaya narkoba tidak boleh muncul hanya ketika kasus terjadi atau ketika seseorang telah menjadi korban. Pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui pendidikan, pengawasan, dan lingkungan sosial yang mendukung tumbuh kembang generasi muda.
“Jangan menunggu sampai keluarga kita menjadi korban baru kita peduli. Pencegahan harus dilakukan sejak dini. Menyelamatkan satu generasi dari narkoba berarti menyelamatkan masa depan bangsa,” ujarnya.
Juswari juga menilai kolaborasi dengan media merupakan langkah penting untuk memperluas jangkauan edukasi dan menyampaikan pesan antinarkoba kepada masyarakat secara lebih efektif.
Netty Mindrayani: Pers Harus Ikut Menjaga Masa Depan Generasi Bangsa
Sementara itu, Ketua JMSI Kabupaten Kampar, Hj. Netty Mindrayani, M.Si., menekankan bahwa insan pers memiliki tanggung jawab strategis dalam membangun kesadaran publik dan melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.
Menurutnya, media tidak cukup hanya memberitakan pengungkapan kasus atau penangkapan pelaku peredaran narkotika. Media juga harus aktif memberikan edukasi, menyebarluaskan informasi yang benar, dan mendorong masyarakat terlibat dalam upaya pencegahan.
“Perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi tanggung jawab kita bersama, termasuk insan pers. Media tidak boleh hanya memberitakan ketika seseorang sudah menjadi korban atau ketika kasus narkoba terungkap. Media juga harus hadir melalui edukasi, pencegahan, dan penyebaran informasi yang mampu membangun kesadaran masyarakat,” ujarnya.
Netty menilai, derasnya arus informasi digital menuntut insan pers semakin bertanggung jawab dalam menyajikan pemberitaan tentang narkoba. Informasi harus disampaikan secara akurat, berimbang, dan tidak menimbulkan kepanikan maupun kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Melalui sinergi GRANAT dan JMSI Kampar, ia berharap edukasi antinarkoba dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, terutama kalangan pelajar, mahasiswa, dan generasi muda.
“Melalui sinergi GRANAT dan JMSI, kami ingin mendorong gerakan antinarkoba yang lebih luas dan berkelanjutan. Generasi muda harus mendapatkan informasi yang benar tentang bahaya narkoba sekaligus memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika. Pers harus ikut menjaga masa depan generasi bangsa, bukan sekadar menyampaikan berita, tetapi juga menyalakan kesadaran dan menggerakkan perubahan,” tuturnya.
Akhir Yani: Media Bukan Sekadar Memberitakan, tetapi Harus Menjadi Penggerak
Dalam kegiatan yang sama, Ketua PWI Kampar dua periode, Akhir Yani, S.E., menyampaikan materi tentang peran strategis media dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Ia menjelaskan, media memiliki empat fungsi penting dalam upaya tersebut, yakni sebagai sumber informasi, sarana edukasi, pengawas sosial, dan penggerak masyarakat.
Keempat fungsi ini harus berjalan beriringan agar pemberitaan tidak hanya memberikan informasi tentang bahaya narkoba, tetapi juga membangun kesadaran dan mendorong tindakan nyata di tengah masyarakat.
“Media tidak boleh hanya hadir memberitakan ketika kasus narkoba terjadi. Media harus mengambil peran lebih besar, mulai dari mengedukasi masyarakat, membentengi generasi muda, hingga mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam memerangi narkoba. Pemberitaan yang tepat, berimbang, dan berdasarkan fakta dapat menjadi kekuatan besar untuk menyelamatkan generasi bangsa,” tegas Akhir Yani.
Ia menguraikan, peran media dalam pemberantasan narkoba mencakup edukasi masyarakat tentang bahaya narkotika, perlindungan generasi muda melalui penyebaran informasi yang benar, serta pengungkapan dugaan peredaran narkoba berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, media juga berperan mengawasi kebijakan dan kinerja lembaga terkait, melawan hoaks, mengurangi stigma terhadap orang yang sedang menjalani pemulihan, serta mendorong dukungan masyarakat bagi proses pemulihan dan reintegrasi sosial.
Akhir Yani mengingatkan bahwa pemberitaan narkoba harus tetap berpegang pada etika jurnalistik. Keberanian mengungkap fakta harus disertai verifikasi, perlindungan terhadap korban, dan penghormatan terhadap hak-hak individu.
“Kita harus memastikan bahwa informasi tentang narkoba disampaikan secara benar, bukan berdasarkan rumor atau sensasi. Media harus berani mengungkap fakta, tetapi tetap menjunjung tinggi etika jurnalistik, melindungi korban, dan tidak memberikan stigma kepada mereka yang sedang berjuang untuk pulih,” ujarnya.
Menurutnya, tujuan edukasi antinarkoba bukan sekadar menimbulkan ketakutan, melainkan membangun pengetahuan dan kepedulian agar masyarakat mampu mengenali ancaman, melakukan pencegahan, serta mengetahui langkah yang tepat ketika menghadapi persoalan narkoba.
“Narkoba adalah persoalan bersama, sehingga penanganannya juga membutuhkan kebersamaan. Media, GRANAT, pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat harus berjalan seiring. Ketika informasi yang benar bertemu dengan edukasi yang kuat dan kepedulian masyarakat, kita sedang membangun benteng untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkoba,” tutupnya.
Hadirkan Kolaborasi Lintas Organisasi
Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri Dekan Fakultas Hukum Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Dr. Maya Intan Pratiwi, S.H., M.H.; Ketua GRANAT Kampar, H. Juswari Umar Said, S.H., M.H., beserta jajaran pengurus; Ketua Dewan Dakwah Kampar, Abuya Samsul Bahri, S.Ag., M.Pd.; Ketua JMSI Kampar, Hj. Netty Mindrayani, M.Si., beserta pengurus; Sekretaris Umum Muhammadiyah Kampar, Abuya H. Mardailis Dahlan, M.M.; Ketua PWI Kampar dua periode, Akhir Yani, S.E.; serta ratusan peserta lainnya.
Kehadiran tokoh pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan insan pers memperlihatkan pentingnya membangun kerja sama lintas sektor dalam menghadapi ancaman narkoba.
Perguruan tinggi memiliki ruang strategis untuk memperkuat pendidikan dan pembentukan karakter. Organisasi antinarkoba dapat memperluas gerakan pencegahan, sementara media berperan menyebarkan informasi yang akurat dan membangun kesadaran publik.
Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi berkembang menjadi gerakan edukasi yang berkelanjutan dan menjangkau masyarakat hingga tingkat keluarga serta lingkungan tempat tinggal.
Selamatkan Generasi, Jaga Masa Depan Kampar
Pesan yang mengemuka dalam sosialisasi ini menegaskan bahwa perang melawan narkoba membutuhkan lebih dari sekadar slogan. Diperlukan komitmen, keteladanan, edukasi, pengawasan, dan keberanian seluruh elemen masyarakat untuk mengambil bagian.
Generasi muda harus dibekali kemampuan untuk menolak narkoba, sementara masyarakat perlu menciptakan lingkungan yang mendukung kehidupan sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Kolaborasi GRANAT Kampar dan JMSI Kampar menjadi salah satu upaya mempertemukan gerakan pencegahan dengan kekuatan edukasi dan informasi publik.
Sebab, menyelamatkan generasi muda dari narkoba bukan hanya tentang melindungi mereka hari ini, tetapi juga menjaga kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa.
Sebagaimana pesan Syahrul Aidi, jalan hidup yang lurus dan keputusan untuk menjauhi narkoba merupakan bagian penting dari ikhtiar meraih kesuksesan. Kini, tantangannya adalah memastikan pesan tersebut tidak berhenti di ruang seminar, tetapi benar-benar hidup dalam keluarga, sekolah, kampus, dan masyarakat.
Bersama memerangi narkoba, selamatkan generasi muda!!
Editor: Nefri_Pili







Alamat :